
Anda yang mengikuti perkembangan Ubisoft sebagai perusahaan tentu tidak asing lagi dengan ‘gebrakan” yang sempat mereka lakukan beberapa waktu silam. Atas nama menjaga konsistensi nilai franchise andalan mereka agar tidak terpengaruh dari kondisi Ubisoft itu sendiri, mereka membangun anak perusahaan baru dengan Tencent sebagai investor utama. Sudah terkonfirmasi sejak bulan Juli 2025 kemarin, anak perusahaan ini akhirnya punya nama.
Dipimpin oleh anak dari CEO Ubisoft Yves Guillemot – Charlie Guillemot bersama dengan veteran Ubisoft – Christophe Derennes, anak perusahaan ini resmi akan menyandang nama – Vantage Studios. Rencana awal tidak berubah, ia tetap akan membawahi dan bertanggung jawab untuk tiga franchise raksasa Ubisoft: Assassin’s Creed, Far Cry, dan Rainbow Six.
Dalam pernyataan resminya, Ubisoft menyebut bahwa tujuan utama dari kehadiran Vantage Studios adalah untuk memfasilitasi hubungan yang lebih kuat dan dalam antara player dengan developer itu sendiri. Dengan sistem seperti ini, Vantage Studios akan punya level otonomi lebih tinggi sekaligus mampu merespon lebih cepat feedback-feedback dari gamer.
Vantage Studios saat ini akan diisi oleh tim-tim yang sempat mengembangkan tiga franchise ini di masa lalu yang berlokasi di Ubisoft: Montreal, Qeuebec, Sherbrooke, Saguenay, Barcelona, dan Sofia. Jumlah karyawan dipastikan akan menembus angka ribuan, namun tanpa angka lebih detail.

Menariknya? Ubisoft juga memastikan bahwa Vantage Studios tidak akan jadi yang terakhir lahir dari strategi ini. Mereka juga berencana untuk membangun lebih banyak creative houses dan grup serupa di masa depan sebagai bagian dari strategi transformasi Ubisoft.
Akankah venture ini akan menghasilkan sesuatu yang menawan untuk Ubisoft? Atau justru berujung kontraproduktif? Kita tunggu saja.

