
Monster Hunter dan kata kolaborasi memang menjadi dua hal yang tidak tergantikan. Sebagai sala satu IP terbesar dan tersukses Capcom, mellihat nama yang satu ini muncul di beragam produk dari makanan hingga video game yang lain sudah menjadi hal yang lumrah. Lihat saja bagaimana kolaborasi lewat aksi tukar konten yang mereka tawarkan via kolaborasi dengan Final Fantasy XIV mengemuka beberapa waktu yang lalu. Namun dari semua potensi kolaborasi yang ada, tidak ada satupun gamer yang sepertinya memprediksi bahwa ia akan mendarat di satu nama – DOTA 2.
Menjadi sebuah kejutan yang tidak disangka-sangka, DOTA 2 baru saja mendapatkan konten kolaborasi dengan Monster Hunter yang langsung tersedia untuk dicicipi pada saat berita ini ditulis.
Dengan kolaborasi ini, gamer-gamer DOTA 2 bisa menikmati ragam item kosmetik yang kini bisa dipasangkan ke beberapa karakter yang ada, tentu saja dengan tema Monster Hunter sebagai daya tarik utama. Sebagai contoh? Ada kostum Rathalos Armor untuk Dragon Knight atau Kirin Armor untuk Anti-Mage. Anda yang tertarik juga bisa mendapatkan pet baru seperti Palico, misalnya.
Yang menarik? DOTA 2 tidak sekadar membuat kolaborasi ini sekadar sebagai ajang jualan item kosmetik semata. Mereka mengintegrasikannya sebagai konten battle pass utama terbaru yang akan berlangsung setidaknya hingga 3 bulan ke depan, lengkap dengan sistem hunt dan crafting uniknya sendiri. Motivasinya jelas, membuat game MOBA yang satu ini bergairah kembali.
It's open season on the world's most dangerous heroes, and you're just who we need to track them all down. Announcing a massive Monster Hunter crossover in Dota 2 with new sets, new pets, a new in-game hunt and crafting system, and of course monsters.https://t.co/Ml8Qha2la4 pic.twitter.com/89oWWyPXzN
— Monster Hunter (@monsterhunter) November 10, 2025
Gamer-gamer yang tertarik akan punya kesempatan untuk mendapatkan versi Core dari setiap item kosmetik yang saat ini berjumlah 6 buah ini secara cuma-cuma. Yang mereka butuhkan hanyalah memainkan game ini, mendapatkan material yang dibutuhkan, dan meracik item kosmetik yang mereka inginkan.
Gamer yang menginginkan sesuatu yang lebih bisa melirik versi berbayar bernama “Expedition Pack” yang akan langsung membuka semua item kosmetik versi Core, mengakses konten monster seperti Rathalos sebagai wujud naga dari Dragon Knight, hingga iterasi lebih langka dari tiap armor yang akan menawarkan efek dan warna yang berbeda.
Sejauh mata memandang, di luar keterkejutan dari komunitas yang tidak pernah memprediksi bahwa hal ini akan pernah terjadi, respon yang dihasilkan kolaborasi ini terhitung sangat positif. Anda bahkan tidak akan sulit menemukan komentar bagaimana gamer-gamer DOTA 2 yang sudah lama meninggalkanya tertarik untuk kembali hanya untuk konten ini saja.
Bagaimana menurut Anda soal kolaborasi ini? Cukup untuk membuat Anda tertarik untuk memainkan DOTA 2?

