
Hampir sebagian besar gamer tentu masih ingat seberapa buruknya upaya Valve untuk terjun ke pasar hardware beberapa tahun yang lalu. Bahwa alih-alih meracik dan mengunci desain mesin mereka sendiri, proyek bernama Steam Machine tersebut diserahkan kepada masing-masing produsen PC tanpa banyak standarisasi, termasuk spesifikasi sekalipun. Kini, Valve tampaknya sudah belajar banyak dari kesalahan tersebut. Sang Steam Machine akhirnya resmi kembali, namun kini dengan pendekatan yang berbeda.
Setelah sukses Steam Deck, Valve akhirnya resmi memastikan kembalinya produk PC bergaya “konsol” mereka – Steam Machine yang kini hadir dengan desain lebih ringkas, lengkap dengan sebuah LED Strip beragam warna untuk menyampaikan ragam informasi status si mesin itu sendiri.
Berbeda dengan Steam Machine dahulu yang diserahkan ke tangan produsen untuk urusan desain dan spesifikasi, iterasi kali ini akan mengikuti satu standar pasti yang ditetapkan Valve. Pada dasarnya ia tetap sebuah PC kecil yang diisi dengan SteamOS, yang tentu saja didesain untuk menikmati game-game andalan di layar lebih lebar dengan performa yang diklaim bisa mencapai 4K60fps (FSR dari AMD aktif).
Yang menarik? Terlepas dari standarisasi yang sudah mereka lakukan, Valve menegaskan bahwa Steam Machine tetaplah sebuah PC. Jika Anda ingin mengganti sistem operasinya dan memasang ragam aplikasi pendukung yang Anda butuhkan, Anda akan diperkenankan melakukan hal tersebut. Sama seperti halnya Steam Deck, Valve juga akan meluncurkan kategori bernama “Steam Machine Verified” untuk menginformasikan soal game-game Steam mana saja yang sudah dioptimalisasi untuknya.

Lantas, jeroan seperti apa yang ia usung? Berikut adalah spesifikasi lengkap Steam Machine:
| Spec | Steam Machine |
|---|---|
| Models | 512GB or 2TB; available standalone or bundled with Steam Controller |
| Dimensions | 156mm (w) x 152mm (h) x 162mm (d) |
| CPU | Semi-custom AMD Zen 4 6C/12T, up to 4.8GHz, 30W TDP |
| GPU | Semi-custom AMD RDNA 3 28CUs, 2.45GHz sustained clock, 110W TDP, 8GB GDDR6 |
| Performance | Supports 4K gaming at 60fps with FSR, RT supported, 6x more powerful than Steam Deck |
| RAM | 16GB DDR5 SODIMM (upgradeable) |
| Storage Expansion | Fits 2230/2280 NVMe SSDs, MicroSD slot |
| Power Supply | Internal, AC power 110V/240V |
| I/O | DisplayPort 1.4 (up to 4K 240Hz / 8K 60Hz) w/ HDR, FreeSync, daisy-chaining; HDMI 2.0 (up to 4K 120Hz) w/ HDR, FreeSync, CEC; gigabit ethernet; 10Gbps USB-C 3.2 Gen 2; 4x USB-A ports (2x front USB 3, 2x rear USB 2); 2×2 Wi-Fi 6E; dedicated BT antenna; dedicated Steam Controller 2.4GHz radio |
| Other Features | Customisable LED bar; works with other controllers, accessories and PC peripherals; wake with Steam Controller; runs SteamOS |
Valve sendiri belum memberikan informasi soal tanggal rilis pasti Steam Machine, namun diindikasikan akan meluncur di awal tahun 2026 mendatang dengan harga yang sayangnya belum dipastikan.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Tertarik dengan konsol yang satu ini?

