
Setelah kesuksesan yang berhasil mereka raih dengan Steam Deck, Valve sepertinya semakin percaya diri untuk terjun ke pasar hardware. Jelas, mereka juga belajar banyak dari kegagalan upaya mereka di masa lalu dengan konsep Steam Machine dan Steam Controller yang masih terlalu kasar dan kurang fokus. Tidak hanya menawarkan iterasi baru PC berbasis SteamOS – Steam Machine, mereka juga akhirnya memperkenalkan perangkat VR baru dengan konsep nirkabel – Steam Frame.
Berbeda dengan HTC Vive yang butuh setup begitu banyak perangkat ekstra dan kabel untuk dinikmati secara optimal, Steam Frame adalah headset VR super rngkas tanpa kabel yang juga diklaim ringan untuk langsung digunakan di kepala. Menariknya? Headset ini juga dipromosikan sebagai “mesin” yang bisa digunakan untuk memainkan game VR ataupun non-VR yang tersedia di Steam.
Headset ini akan memungkinkan dua gaya bermain. Pertama, menggunakan fungsi streaming dari PC / Steam Machine yang sudah Anda pilih lewat adapter yang sudah tersedia untuk memainkan game yang ada.
Untuk mendukung fungsi ini agar ia lebih lancar, Steam Frame juga akan didukung dengan teknologi yang disebut sebagai “Foveated Streaming” dimana fitur ini hanya akan mengoptimalkan kejernihan gamer dimana mata Anda tertuju berkat sensor yang ada. Dengan demikian, ia akan memanfaatkan bandiwth yang terbatas secara efektif.

Kedua? Steam Frame juga bisa memainkan game secara native. Headset ini sendiri “dipersenjatai” dengan Sanpdragon 8 Series, 16GB RAM, dan SteamOS untuk memfasilitasi fungsi tersebut. Namun tentu saja, dengan limitasi tertentu. Seperti halnya Steam Machine, Valve juga akan menyuntikkan kategori “Steam Frame Certified” untuk menandai game-game yang bisa dimainkan secara optimal di native Steam Frame nantinya.
Lantas, seperrti apa jeroan yang ia tawarkan? Berikut adalah spesifikasi Steam Frame:
| Spec | Steam Frame |
|---|---|
| Weight | 185g core, 440g with included headstrap, (Facial interface, audio, rear battery) |
| Processor | 4nm Snapdragon 8 Gen 3 ARM64 |
| RAM | 16GB Unified LPDDR5X |
| Wi-Fi | Wi-Fi 7, 2×2, Dual 5Ghz / 6Ghz streaming for simultaneous VR and Wi-Fi, Wireless Adapter included:Wi-Fi 6E (6Ghz)Fast, direct, low-latency link between headset and PC |
| Storage | 256GB / 1TB UFS storage options, MicroSD card slot for external storage |
| Optics | Pancake optics, 2160×2160 LCD (per eye), 72-144Hz refresh rate (144Hz experimental), Large FOV (up to 110 degrees) |
| Tracking | x4 Outward facing monochrome camera for controller and headset tracking, x2 Interior cameras for eye tracking, Outward IR illuminator (for dark environments) |
| Audio | Dual speaker drivers (per ear) integrated into headstrap, Dual microphone array |
| Power | Rechargeable 21.6 Wh Li-On Battery |
| Foveated Streaming | Eye-tracking drives video stream, Sends highest resolution to where you’re looking |
| Monochrome Camera Passthrough | User accessible front expansion port, (x2 2.5Gbps camera interface / Gen 4 PCle) |
| SteamOS | Sleep / wake, Cloud saves, Proton |
Valve sendiri belum mengumumkan tanggal rilis pasti dan harga untuk Steam Frame. Namun ada spekulasi kuat bahwa ia akan dilepas bersamaand engan Steam Machine baru yang rencananya akan meluncur awal 2026 mendatang.
Bagaimana menurut Anda? Terlihat seperti keping teknologi yang menarik untuk Anda lirik?

