
Apa yang membuat karyawan bisa dipecat dari sebuah tempat usaha? Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi, dari kesalahan super fatal dari si mantan karyawan yang tidak bisa lagi dijustifikasi hingga sekadar masalah kebijakan perusahaan yang mungkin tengah kesulitan uang atau butuh melakukan efisiensi. Namun bukan hal tersebut yang dituduhkan kepada Rockstar Games seiring dengan berita penundaan GTA VI minggu lalu. Developer kawakan yang berdiri di bawah bendera Take Two Interactive ini dituduh memecat sekitar 30 orang karyawannya karena masalah keinginan untuk mendirikan serikat buruh.
Kebebasan untuk mendirikan serikat buruh mungkin sesuatu yang terdengar asing di Indonesia. Namun di negara-negara yang menghormati hak kaum pekerja seperti Inggris, ini adalah perbuatan yang tidak bisa ditoleransi. Alasan Rockstar yang menuduh ke-30 orang yang dipecat ini telah membicarakan dan membocorkan rahasia perusahaan berujung jadi alasan yang tidak bisa diterima.
Buntut dari kasus yang satu ini terus memanjang alih-alih berhenti sampai di sana saja. Bahwa alih-alih menyerah, sekitar 200 karyawan Rockstar Games yang lain sudah menandatangani petisi, meminta perusahaan untuk memperkerjakan kembali ke-30 karyawan yang dipecat tersebut. Usaha ini juga didukung oleh organisasi serikat buruh – The Independent Workers’ Union of Great Britain atau IWGB.
Situasi yang satu ini pun akhirnya sampai ke telinga salah satu anggota perlemen Inggris asal Edinburgh West – Christine Jardine yang meminta untuk bertemu dengan Kementerian terkait untuk mendiskusikan masalah yang satu ini atas nama mendukung untuk tenaga kerja yang terdampak.
Video game giant Rockstar has sacked more than 30 workers across the UK, including my constituents working at their Edinburgh office. I urged Ministers to support workers who have lost their jobs, and stop this from happening again.
— Christine Jardine (@cajardinemp.bsky.social) 2025-11-13T14:56:35.734Z
Para mantan karyawan dan anggota dari IWGB juga berencana untuk melakukan lebih banyak aksi protes di kantor Rockstar North dan Take-Two di Edinburgh. Tidak hanya itu saja, aksi protes serupa juga direncanakan akan digelar di London dan Paris setelahnya. Pada saat berita ini ditulis, baik Rockstar Games dan Take Two sendiri belum memberikan komentar atau respon lanjutan.
Bagaimana menurut Anda situasi yang satu ini?

