
Harga tentu menjadi salah satu elemen pertimbangan paling penting bagi banyak gamer sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk, termasuk di industri gaming sekalipun. Oleh karena itu, keitka ROG Xbox Ally X pertama kali diperkenalkan dan akhhirnya dijual ke publik, cukup banyak yang enggan melirik karena tingkat harga premium yang ia usung. Namun siapa yang menyangka bahwa terlepas dari situasi yang satu ini, handheld PC berlabel Xbox ini ternyata laris manis di pasaran.
Baik ASUS ataupun Microsoft memang belum angkat bicara soal berapa total ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X, yang notabene juga tersedia resmi di pasar Asia Tenggara, terjual. Namun dari laporan finansial teranyar yang mereka lepas, ASUS sepertinya puas dengan jumlah tersebut.
ASUS secara terbuka menyebut bahwa respon yang diperlihatkan pasar untuk varian yang paling tinggi – ROG Xbox Ally X ternyata melebihi harapan mereka. Sebegitu tingginya hingga mereka tidak mampu memenuhi permintaan yang ada dengan supply saat ini.
Oleh karena itu, mereka tengah bekerjasama seerat mungkin dengan para supplier komponen untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas produksi mereka dan segera memenuhi permintaan ini. ASUS berambisi untuk membuat ROG Ally sebagai bagia pilar utama dari ekosistem gaming mereka.
CORRECTION:
— Daniel Ahmad (@ZhugeEX) November 13, 2025
Asus said the Xbox ROG Ally X handheld has seen high demand and is in short supply.
Expects to generate NT$ 3 to 5 billion ($96m – $160m) in sales from its Ally line this quarter, stabilizing at around NT$ 4 to 5 billion each quarter ($130m – $160m).
ASUS sendiri berharap jajaran produk Ally mereka, termasuk ROG Ally di dalamnya, bisa menghasilkan pendapatan antara USD 96 juta – USD 160 juta di kuartal ini dan sekitar USD 130 juta – USD 160 juta di kuartal selanjutnya.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang sudah mengadopsi ROG Ally ataupun ROG Ally X saat ini?

