Survival horror memang menjadi sebuah genre yang masih jarang dieksplorasi oleh developer Indonesia. Dipadukan dengan Unreal Engine 5 yang memesona, tidak mengherankan jika Agni: Village of Calamity dari Separuh Interactive langsung mencuri hati banyak gamer. lokal ataupun internasional. Kini Agni kembali dengan sebuah trailer baru yang untungnya, tidak lagi diisi dengan OST lagu berbahasa Jepang yang sempat dikritik tempo hari.
Memanfaatkan event gaming lokal – G2G dari The Lazy Monday, Separuh Interactive akhirnya merilis trailer terbaru untuk Agni: Village of Calamity.
Diperkuat dengan musik yang lebih tepat, atmosfer game yang satu ini tidak akan sulit untuk membuat bulu kuduk Anda bergidik. Anda juga bisa melihat lebih banyak porsi interaksi Agni bersama dengan salah satu monster dengan wajah di selangkangan yang dapat berbicara.
Ada juga porsi puzzle dan eksplorasi yang sudah pasti menjadi bagian dari pengalaman yang ada, di luar aksi menggunakan senjata api. Semuanya dikemas dengan permainan kamera sinematik untuk membuat ragam scene tanpa konteks yang terlihat absurd berujung menjadi sumber horror tersendiri.

Cerita game ini sendiri berkutat pada sosok Agni – anggota unit polisi khusus yang diminta untuk menginvestigasi lebih jauh sebuah lokasi bernama Desa Purba yang seperti bisa Anda prediksi, berujung menjadi desa yang “tidak biasa”. Yang menarik? Separuh Interactive juga mengklaim bahwa cerita horror yang mereka usung juga akan berhubungan dengan tema psikologi yang kental yang personal, termasuk soal trauma.
Separuh Interactive sendiri masih belum menentukan jendela rilis pasti untuk Agni: Village of Calamity yang setidaknya sudah terkonfirmasi akan dirilis untuk PC (via Steam) dan Xbox Series ini.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang menantikan game yang satu ini?

