
Hanya butuh satu pemicu untuk melahirkan sebuah tren yang kemudian diterima sebagai sebuah standar baru di industri game, tidak sedikit situasi seperti ini terjadi. Kita masih ingat bagaimana kasus kenaikan harga game ke USD 80 yang kemudian diikuti oleh judul dari franchise lain tanpa banyak menuai kritik lagi.
Hal ini jugalah yang ditakutkan oleh fans game fighting setelah konsep Pay-Per-View yang hendak diterapkan Capcom di turnamen terbesarnya. Ketakutan bahwa game fighitng lain seperti Tekken berujung ikut-ikutan.
Ketakutan ini memang rasional. Walaupun popularitasnya tidak sebesar Street Fighter 6 saat ini, namun Tekken tetaplah game fighting asal Jepang dan popularitas besar. Apalagi ada rumor dari wawacancara terbaru sang otak – Katsuhiro Harada yang mengindikasikan ketertarikan yang sama.
The interview that this article is based on is probably the one at this link, right?https://t.co/oCbgCzbHCg
— Katsuhiro Harada (@Harada_TEKKEN) November 27, 2025
I never said a single word about wanting to turn it into paid content (I only said, “I wonder or interest how that could be achieved?”). In the first place, I am not even… https://t.co/doSNRJErnZ
Namun untungnya, hal tersebut dibantah Harada langsung via akun sosial media pribadinya. Ia menyebut berita yang menyebar datang dari kesalahan penerjemahan dan baca konteks dari pernyataan yang ia lontarkan. Ia menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk membuat stream Tekken World Tour mengusung skema Pay-Per-View ala Capcom Cup 12.
Ia bahkan menyebut bahwa besar kemungkinan sistem monetisasi seperti ini tidak akan pernah diterapkan di Tekken World Tour mengingat pengoperasiannya dilakukan oleh tim luar Jepang mereka.
Tekken World Tour Global Finals sendiri rencananya akan digelar tanggal 29 Januari 2026 – 1 Februari 2026 mendatang di Malmo, Swedia.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang bahagia mendengar berita ini?

