
Menyebutnya sebagai salah satu game gacha paling diantisipasi di tahun 2026 mendatang bukanlah sebuah hiperbola. Dengan semua hal yang mereka pamerkan bertahap, screenshot ataupun trailer, Gryphline seolah hendak menawarkan sebuah konsep game action RPG open-world berbasis gacha yang benar-benar berbeda. Bahwa tidak hanya difokuskan pada sistem bertarung saja, ia juga memungkinkan Anda untuk membangun ragam struktur bangunan, menghubungkannya satu sama lain, dan meracik sejenis pabrik untuk ragam sumber daya yang dibutuhkan. Sebuah kesibukan yang saat ini, belum ditawarkan oleh game gacha konsol dan PC manapun. Benar sekali, kita tengah bicara soal Arknights: Endfield.
Dipadukan dengan kualitas visualisasi yang juga terlihat memesona, Arknights: Endfield tampaknya akan jadi jawaban untuk gamer-gamer yang sudah mulai bosan dengan formula game gacha yang seringkali datang dengan pendekatan yang nyaris sama. Apalagi game ini juga menghadirkan konsep ala game MMORPG di sisi bertarung, dimana alih-alih mengandalkan sistem swap, karakter lain akan dikendalikan oleh NPC secara aktif. Semuanya kemudian dikombinasikan dengan ragam sisi eksplorasi lain yang akan mengingatkan Anda pada game seunik Death Stranding.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Arknights: Endfield? Walaupun versi finalnya baru akan tersedia di Januari 2026 mendatang, namun kami berkesempatan untuk menikmatinya lebih dulu lewat undangan technical test versi Playstation 5. Perlu diingat, mengingat ini versi beta, bisa jadi pengalaman di versi final akan berbeda. Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang bisa membuat Anda betah atau justru lelah? Impresi ini akan membantu Anda memberikan sedikit gambaran soal game gacha yang satu ini.
Sistem Tarung ala Xenoblade Chronicles

Salah satu sistem yang paling membuat Arknights: Endfield hadir berbeda dengan kebanyakan game action RPG gacha yang lain saat ini adalah caranya menangani sistem pertarungan itu sendiri. Hampir sebagian besar game gacha action RPG saat ini menghadirkan sistem swap, seperti yang diimplementasikanWuthering Waves, Genshin Impact, dan Zenless Zone Zero. Pergantian karakter ini juga biasanya diikuti dengan sinkronisasi skill yang bisa berujung pada skill aktif yang terpicu atau sekadar buff. Arknights: Endfield menawarkan sesuatu yang berbeda.
Cara yang paling sederhana untuk menjelaskan sistem pertarungan Arknights: Endfield adalah membandingkannya dengan RPG memesona dari Monolith Soft – Xenoblade Chronicles. Bahwa alih-alih hadir dengan sistem swap dimana Anda hanya mengendalikan satu karakter dalam satu waktu, game ini akan membuat 4 karakter dalam party Anda bertarung bersama-sama, walaupun Anda memang hanya mengendalikan satu karakter saja. Walaupun demikian, Anda tetap diberikan kebebasan untuk memilih karakter mana yang ingin Anda kendalikan, yang di sini, lebih didasarkan pada kenyamanan semata alih-alih fungsi.
Keterlibatan karakter lain yang dikendalikan AI tidak hanya lewat serangan biasa yang aktif mereka lakukan saja, melainkan lewat skill aktif yang bisa Anda perintahkan untuk mereka picu dengan kombinasi sistem yang sederhana. Party akan berbagi satu resource energi berisikan 3 bar yang akan didukung sistem regenerasi berkala saat bertarung. Sementara untuk sistem bertahan, Anda akan punya kesempatan untuk melakukan evade sempurna jika berhasil dieksekusi dengan tepat. Hampir sebagian besar serangan musuh dengan sifat AOE juga akan punya indkator merah yang jelas, termasuk saat mereka sekadar melakukan charging sekalipun.


Lantas, dari mana sistem Xenoblade Chronicles dirasakan mirip di sini? Benar sekali, lewat sistem Follow-Up serangan yang jadi intisari dari aksi bertarung Anda. Bahwa tidak hanya serangan aktif dan akses skill yang Anda perintahkan secara manual, Arknights: Endfield juga mengusung sistem follow-up attack untuk karakter dalam party. Setiap karakter akan punya sistem syarat dan ketentuannya sendiri-sendiri agar serangan follow-up-nya bisa terpicu. Setelah terpicu, ia akan punya bar cooldown tersendiri yang berlangsung cukup cepat sebelum sang karakter bisa terlibat dalam serangan follow-up lanjutan.
Tidak selalu terikat pada mekanisme ini, namun sebagian besar serangan follow-up di Endfield juga dibangun di atas sistem interaksi elemen yang juga tersedia di sini. Benar sekali, setiap karakter akan datang dengan elemen-elemennya sendiri yang punya potensi untuk saling berinteraksi atas nama menghasilkan efek yang lebih kuat. Sebagai contoh? Serangan elemen Fire dan Nature yang ditargetkan bisa memicu efek bernama Corrosion untuk membuat musuh kian lemah. Beberapa syarat dan ketentuan syarat serangan folllow-up juga berkaitan dengan terpicu atau tidaknya efek tetentu pada musuh.
Kombinasi kedua sistem ini juga menjadi pondasi lapisan strategi tersendiri untuk komposisi tim di dalam Endfield. Walaupun seperti kebanyakan game gacha, karakter SSR (bintang enam) akan punya kit dan kekuatan yang luar biasa di sini, bukan berarti ia mutlak menjadi satu-satunya karakter yang pantas untuk masuk ke dalam tim utama Anda. Lewat sistem follow-up dan interaksi elemen ini, Anda bisa memasukkan karakter dengan tingkat kelangkaan lebih rendah yang didesain untuk memicu serangan follow-up untuk karakter lebih kuat, misalnya. Semakin efektif komposisi tim Anda, yang juga bisa menawarkan kit khusus seperti ekstra healing dan armor misalnya, semakin mematikan pula tim Anda.


Selain bar HP, musuh juga akan punya bar stagget di sini. Membuat bar ini penuh akan membuat mereka jatuh dalam kondisi stun sementara yang juga menjanjikan damage lebih besar. Menariknya? Ia tidak hanya bisa dipicu dengan serangan beruntun belaka. Hampir sebagian musuh, boss sekalipun, akan punya varian serangan yang bisa di-counter dengan indikator merah yang jelas. Ketika serangan ini sedang dalam fase animasi, segala jenis skill aktif dan follow-up akan secara otomatis membatalkan sekaligus menghadirkan damage stagger yang besar untuk target dimaksud. Memerhatikan indikator ini juga bisa jadi kunci kemenangan.
Berita baiknya? Endfield juga memastikan lewat UI yang ia sertakan bahwa ragam mekanik ini mudah untuk dikuasai dan dieksekusi, bahkan di versi Playstation 5 yang kami jajal. Karakter-karakter yang siap untuk melakukan serangan Follow-Up akan tampil di tengah layar lewat ikon mereka masing-masing, yang bisa langsung dipicu dengan menekan R1 tanpa penundaan sama sekali. Anda yang bingung untuk memicu skill aktif karakter mana selanjutnya juga bisa mengacu pada berkedipnya ikon skill dimaksud untuk memperbesar serangan follow-up lanjutan. Semuanya didesain cepat, sederhana, dan mudah untuk dipahami. Seperti yang bisa diprediksi, sesekali Anda juga bisa mengeluarkan serangan Ultimate karakter yang indikator dan aksesnya juga sama mudahnya.

Walaupun demikian, bukan berarti sistem pertarungan Endfield hadir tanpa kritik di versi beta yang sudah mendekati rilis ini. Salah satu yang kami rasakan adalah kejelasan serangan dari musuh dan damage yang Anda terima. Tidak jarang bahwa kombinasi semua serangan skill aktif yang muncul di layar sebegitu banyak dan gilanya hingga Anda sulit untuk menangkap apa yang terjadi. Tidak jarang kami gagal mengantisipasi serangan AOE musuh, apalagi jika ia hadir berkelompok. Indikator merah untuk counter yang kami bicarakan sebelumnya juga jadi mudah terlewat. Pengalaman bertarung Endfield justru terasa berada di bentuk terbaik saat Anda melawan hanya 1 – 2 musuh saja, yang diwakili di pertarungan boss ataupun mini-boss.

