
Fakta bahwa dunia pernah berada di titik memasang harga super tinggi untuk gambar-gambar statis di tengah popularitas blockchain beberapa tahun yang lalu memang terdengar seperti sebuah lelucon. Namun seiring dengan pergerakan teknologi yang ada, gambar-gambar yang sempat dihargai puluhan sampai ratusan juta Rupiah kini tidak lagi bernilai. Namun tidak sedkit video game yang masih “terjebak” di teknologi dan identitas ini. Salah satunya – Code of Joker Evolutions resmi dibatalkan.
Walaupun tidak terlalu terkenal di Indonesia, Code of Joker sendiri merupakan IP game trading card milik SEGA yang sempat tersedia di ragam mesin arcade sebelum berujung ditarik total di tahun 2019 silam. Code of Joker Evolutions merupakan upaya untuk menggunakan IP tersebut untuk disulap sebagai game mobile berbasis teknologi blockchain alias NFT.
Ide dari sang developer – Joker adalah memanfaatkan teknologi NFT ni untuk memungkinkan aksi jual beli kartu antar user menggunakan ekosistem blockchain. Game in sempat direncanakan akan meluncur di tahun 2025 ini juga untuk pasar internasional lebih dulu sebelum tiba di Jepang untuk akhir 2026 nanti.

Namun alih-alih sukses atau dibicarakan, game ini berujung layu sebelum berkembang. Tim developer justru berujung mengambil keputusan untuk membatalkan proses pengembangan Code of Joker Evolutions ini. Alasannya? Mereka menggunakan kalimat halus soal “perubahan pasar di lingkungan game Web3” yang sepertinya jelas mengindikasikan soal hancurnya pasar NFT selama beberapa tahun terakhir ini.
Gamer-gamer yang sempat membeli NFT pack sebelum rilis ini akan mendapatkan refund sebagai buntut dari keputusan ini.
Bagaimana menurut Anda soal situasi yang satu ini?

