
Masih menjadi pilar utama dari Ubisoft, tentu sangat rasional bagi gamer untuk mengantisipasi lebih banyak seri Assassin’s Creed di masa depan. Walaupun sang proyek remake untuk Assassin’s Creed Black Flag yang diprediksi bertajuk “Resynced” tak kunjung dikonfirmasi, Ubisoft setidaknya saat ini tengah sibuk mempersiapkan Assassin’s Creed HEXE yang baru sekadar terkonfirmasi via logo dan teaser sejak beberapa tahun yang lalu. Berita baiknya? Ia akan ditangani oleh seorang veteran dengan track record mumpuni.
Informasi HEXE sebagai seri utama Assassin’s Creed yang diprediksi akan dirilis setelah Shadows asat ini memang masih terhitung minim. Ia sudah terkonfirmasi akan mengambil setting dan cerita soal perburuan penyihir di abad ke-16 dengan Ubisoft Montreal sebagai penanggung jawab. Yang menarik? Proses pengembangannya akan dipimpin oleh Benoit Richer.
Richer sendiri bukanlah orang “asing” bagi Ubisoft. Ia sempat aktif di Ubisoft dan terlibat dalam game-game andalan mereka di masa lalu, termasuk Rainbow Six Vegas 2 di era tahun 2007 – 2008. Setelahnya, Richer kemudian sempat mampir di EA sebagai Level Design Director untuk Army of Two: The 40th Day. Kiprahnya yang paling menarik? Tentu saja mengepalai Batman: Arkham Origins yang saat ini ditangani oleh WB Montreal.
Kembali ke Ubisoft lagi di sekitaran tahun 2017-an, Richer sempat terlibat dalam beberapa proyek teranyar Ubisoft termasuk AC Valhalla (sebagai Game Director Co-Dev) di dalamnya. Lewat profile LinkedIn-nya, ia secara resmi memperkenalkan dirinya sebagai Game Director untuk seri terbaru – Assassin’s Creed HEXE.

Sayangnya, ia belum berbagi banyak detail terkait proyek ini. Namun setidaknya di titik ini, kita tahu bahwa proyek ini berada di tangan veteran yang sudah sempat terlibat di seri Assassin’s Creed sebelumnya dan sempat mengepalai salah satu game superhero yang cukup mendapatkan respon positif hingga saat ini.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang optimis dengan Assassin’s Creed HEXE ini?

