
Terlepas dari upaya untuk mendorongnya ke arah mainstream, lengkap dengan identitas “masa depan gaming” yang lebih imersif, Virtual Reality memang harus diakui sudah “mati” di industri ini. Bahkan produk lebih terjangkau seperti Playstation VR2 yang iterasi pertamanya begitu sukses sekalipun kini tidak lagi memiliki dukungan game eksklusif yang pantas untuk dirayakan. Di tengah situasi ini juga, pasar VR dipastikan akan kehilangan game action pesawat terbang terbaru Bandai Namco – Ace Combat 8: Wings of Theve.
VR dengan aksi menikmati pertempuran yang super imersif dari cockpit memang bukan hal bagi Ace Combat. Di seri sebelumnya, ia menawarkan dukungan ini walaupun hadir dalam bentuk misi eksklusif alih-alih sesuatu yang terintegrasi penuh dengan campaign utama ala beberapa seri Resident Evil terakhir.
Sayangnya, pendekatan serupa tidak akan lagi ditawarkan Project Aces dan Bandai Namco untuk Ace Combat 8: Wings of Theve nantinya. Dalam wawancara terbarunya dengan GamesRadar, sang otak – Kazutoki Kono membicarakan soal fitur VR ini.
Kono-san menyebut bahwa Project Aces sebenarnya sempat mempertimbangkan untuk menghadirkan mode VR juga di Ace Combat 8, apalagi ia mengaku bangga dengan fitur ini di seri sebelumnya. Namun pada akhirnya rencana tersebut dibatalkan karena pada akhirnya Project Aces meilihat pengalaman Ace Combat 8 di layar konvensional dan VR adalah dua entitas yang berbeda. Ini berarti, mereka harus mengembangkan dua buah game yang berbeda jika tertarik terjun ke VR.

Ini tentu saja sebuah keputusan yang sangat disayangkan, apalagi mengingat Project Aces hendak mengimplementasikan gaya bercerita yang baru dengan kini menggunakan kacamata orang pertama untuk ragam scene percakapan, cerita, dan dramatisasi untuk spengalaman yang lebih imersif.
Ace Combat 8: Wings of Theve sendiri rencananya akan meluncur di tahun 2026 mendatang, masih tanpa tanggal pasti, untuk Playstation 5, Xbox Series, dan tentu saja – PC.
Bagaimana menurut Anda soal keputusan Project Aces ini?

