Tahun 2025 memang terhitung tahun yang istimewa di industri game. Selama 12 bulan, 365 hari, gamer dimanjakan dengan begitu banyak game berkualitas yang datang dari ragam genre dan budget, indie ataupun AAA. Yang menarik? Tahun 2025 juga seharusnya kedatangan dua buah game raksasa yang diyakini cukup untuk membuat banyak developer dan publisher ketar-ketir.
Pertama, tentu saja Hollow Knight: Silksong yang mendapatkan julukan “GTA Indie” dan terbukti menghasilkan efek tersebut saat rilis. Kedua? GTA VI yang sayangnya berujung ditunda ke tahun 2026 ini. Nama yang ternyata juga berhasil mengukirkan rasa takut ke game sekelas Arc Raiders sekalipun.
Rasa takut yang dirasakan oleh banyak publisher dan developer game raksasa pada timing rilis GTA VI memang bukan mitos belaka. Setelah nama game sebesar Death Stranding 2 dan Ghost of Yotei mengakui hal tersebut, Embark Studios – developer di balik game Arc Raiders juga menyuarakan hal yang sama.
Hal tersebut disampaikan oleh CEO Embark Studios – Patrick Soderlund dalam wawancara terbarunya dengan GamesBeat. Soderlund mengaku dari semua game raksasa yang rencananya akan dilepas di tahun 2025 kemarin, Arc Raiders hanya mencemaskan GTA VI saja. Begitu game racikan Rocktar tersebut menetapkan tanggal rilis, Arc Raiders mengaku baru berani mulai mengatur jadwal rilis mereka sendiri.

Yang menarik? Soderlund bahkan secara gamblang mengaku bahwa mereka dengan sengaja merilis Arc Raiders di antara Battlefield 6 dan Call of Duty Black Ops 7. Keputusan diambil sebaga refleksi rasa percaya diri bahwa mereka punya produk yang sangat kuat, sebuah game dengan daya tarik unik yang mampu berkompetisi dengan cara yang lain.
Arc Raiders sendiri terbukti sukses besar di pasaran dengan tidak hanya angka penjualan dan jumlah pemain aktif yang fantastis saja, tetapi juga pengakuan seperti penghargaan sebagai game multiplayer terbaik di The Game Awards 2025.

