
Siapa yang mengira bahwa kian maraknya penggunaan AI saat ini juga menghasikan konsekuensi yang harus dipikul oleh gamer sebagai salah satu yang terdampak. Kebutuhan untuk membangun lebih banyak server yang notabene membutuhkan begitu banyak komponen seperti RAM misalnya, membuat tidak hanya PC saja, tetapi juga mesin gaming seperti konsol terancam kian mahal. Salah satunya? Tentu saja iterasi konsol terbaru NIntendo – Nintendo Switch 2.
Sebagai konsol baru yang secara rasional terus digenjot proses produksinya untuk memenuhi permintaan pasar yang masih kuat, tentu rasional untuk ikut khawatir bahwa mahalnya harga RAM saat ini juga akan ikut berujung membuat harga Switch 2 merangkak naik.
Namun kekhawatiran tersebut dibantah oleh president Nintendo dalam wawancara terbarunya dengan Kyoto Shimbun, seperti yang diterjemahkan oleh situs VGC.
Furukawa menyebut bahwa Nintendo sendiri sudah melakukan proses pengadaan untuk jangka menengah dan panjang sehingga kenaikan harga RAM saat ini tidak akan mempengaruhi harga Nintendo Switch 2 dalam waktu dekat.

Ia juga menolak untuk memberikan kepastian apapun saat ini soal apakah harga RAM nantinya akan membuat harga NIntendo Switch 2 kian mahal atau tidak. Satu yang bisa ia tekankan adalah fakta bahwa Nintendo akan terus memonitor dengan ketat soal harga RAM ini dan juga masalah tarif dari Amerika Serikat yang tentu saja berpotensi jadi kontributor tersendiri.
Nintendo sendiri saat ini sudah berhasil menjual lebih dari 10 juta unit Switch 2 di seluruh dunia, yang juga didukung dengan software game-game berkualitas tinggi yang super menarik.
Bagaimana menurut Anda? Apakah akan ada titik dimana harga Switch 2 harus naik karena mahalnya RAM nanti?

