Siapa yang selalu menjadi kambing hitam setiap kali sebuah game Pokemon gagal memenuhi harapan gamer, baik dari sisi visual hingga gameplay? Ketika game pertarungan monster yang super populer tersebut terlihat ketinggalan zaman? Benar sekali, sang studio penanggung jawab – Game Freak. Situasi ini sebegitu buruknya hingga ada kesan bahwa semua masalah ini muncul karena kurangnya kapabilitas Game Freak. Namun dengan proyek teranyarnya – Beast of Reincarnation, developer asal Jepang ini langsung menghapus semua keraguan tersebut.
Setelah sempat dibuka tabir misterinya beberapa bulan yang lalu, Game Freak akhirnya memamerkan gameplay perdana untuk game action RPG terbaru mereka – Beast of Reincarnation.
Cerita akan berfokus pada sosok protagonis wanita bernama Emma yang lahir dengan sebuah kondisi bernama “Blight” yang sekaligus memberikannya kekuatan untuk mengendalikan ragam tanaman yang ada.
Emma hadir tanpa ingatan ataupun emosi namun memahami bahwa menjadi tanggung jawabnya lah untuk menghancurkan monster-monster pengacau yang disebut sebagai “Malefact” dan menyerap “blight” dari mereka. Ia memenuhi perannya sebagai seorang sealer di sini. Namun siapa yang menyangka bahwa selama perjalanannya ini, ia justru menemukan seorang companion Malefact berbentuk anjing bernama Koo.
Hubungan antara Emma dan Koo ini bukan sesuatu yang hanya diekspresikan dari sisi gameplay saja, tetapi juga gameplay. Game Freak sendiri menyebutnya sebagai “One Person, One Dog Action RPG” untuk menegaskan peran penting keduanya. Dengan katana yang ia miliki, Emma bertarung seperti apa yang kita prediksi. Selain menyerang, ia juga bisa melakukan aksi parry di timing yang tepat.
Keunikan Beast of Reincarnation muncul ketika Anda berusaha mengatur Koo. Anda akan bisa memberikan perintah bagi sang anjing untuk mengakses skill tertentu via menu command yang mengingatkan Anda pada game turn-based RPG. Pada saat menu ini diakses, pertarungan akan otomatis melambat untuk memberikan Anda waktu memilih command yang dibutuhkan. Resource untuk mengerahkan Koo akan bisa didapatkan dari aksi parry.
Lewat video teranyar yang mereka lepas, Game Freak menyebut bahwa kombinasi kedua karakter ini akan menghasilkan begitu banyak variasi gaya bermain yang bisa Anda eksekusi. Anda bahkan diberi kesempatan untuk menggunakan opsi stealth hingga fokus serangan range di sini.
Menariknya? Terlepas dari “bentuknya”, Game Freak memastikan bahwa Beast of Reincarnation bukanlah game souls-like. Anda akan diberi pilihan tingkat kesulitan sejak awal termasuk Story Mode untuk Anda yang tidak terlalu lihai dengan game action. Story Mode akan membuat timing parry Emma lebih bersahabat sekaligus mengurangi damage yang bisa dihasilkan oleh musuh.

Tidak hanya monster-monster biasa, Emma dan Koo juga akan bertarung melawan varian monster lebih besar yang disebut sebagai “Nushi”. Dari sisi lore, monster-monster inilah yang menjadi sumber blight dari hutan-hutan terkontaminsasi yang butuh Anda bersihkan. Mengalahkan Nushi juga akan memberikan skill baru untuk digunakan oleh Emma dan Koo.
Maka Game Freak juga akan mendorong Anda untuk melakukan ragam aksi eksplorasi di sini jika Anda tidak berkeberatan untuk menyibukkan diri. Anda bisa saja menemukan pedang baru untuk Emma atau Charms untuk Koo yang akan menawarkan buff spesifik. Tidak hanya itu saja, akan ada juga item bernama Spirit Stones yang bisa dikumpulkan dan digunakan untuk memicu ragam efek saat bertarung.
Beast of Reincarnation sendiri rencananya akan dirilis di musim panas 2026 ini, masih tanpa tanggal pasti, untuk Playstation 5, Xbox Series, dan tentu saja – PC. Gamer-gamer yang berlangganan Game Pass Ultimate akan bisa menikmati game ini di library mereka sejak hari pertama rilis.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang menantikan game yang satu ini?

