
Namanya mungkin tidak sebesar developer-developer Jepang populer lainnya, namun untuk mereka yang mencintai produk yang diracik, Nippon Ichi Software (NIS) memang punya pasar yang spesifik di industri game. Dengan begitu banyak game yang bisa dibilang berbagi identitas presentasi visual yang nyaris serupa satu sama lain, ia merupakan otak di balik seri Disgaea yang saat ini masih digadang sebagai game RPG dengan cerita paling konyol dan angka damage paling gila. Sayangnya, NIS selalu punya satu kelemahan yang seringkali jadi bahan diskusi – kualitas visual yang ia usung.
Ketika banyak developer Jepang, bahkan yang punya skala setara Nippon Ichi Software sekalipun sudah mampu menawarkan kualitas visual 3D yang pantas diapresiasi jika dibandingkan dengan standar gaming modern saat ini, developer yang juga berdiri di belakang game horror unik – Yomawari ini seolah terjebak di masa lalu. Kualitas visual game mereka seringkali berada di bawah rata-rata.
Namun situasi tersebut dipastikan akan berubah. Dalam wawancara terbarunya dengan publikasi Korea – ThisIsGame (via Automaton), CEO NIS – Kenzo Saruhashi mengaku bahwa perusahaan miliknya memang tertinggal jika bicara soal visual 3D model dan animasi. Oleh karena itu, mereka kabarnya sudah menugaskan sebuah tim internal yang difokuskan untuk menyelesaikan masalah ini.

Hasilnya? Walauun ia belum bisa membicarakannya dengan lebih detail, Saruhashi berjanji bahwa peningkatan visual 3D ini akan terasa di seri Disgaea selanjutnya. Sayangnya, ia tidak berbicara lebih lanjut soal kira-kira peningkatan seperti apa yang bisa kita antisipasi.
Seri Disgaea terakhir adalah seri ketujuh yang dilepas di tahun 2023 silam untuk ragam platform yang ada. NIS juga senantiasa mengeksplorasi ragam seri lainnya yang mengakar di satu semesta yang sama.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer penggemar Disgaea yang memang merasa visual NIS ketinggalan zaman?

