
Perlahan tapi pasti, AI memang mulai menjadi bagian yang tidak teprisahkan dari hidup dan pekerjaan manusia modern, termasuk video game. Di industri berbasis talenta kreatif ini, ia mulai dilihat saebagai teknologi yang bisa ditoleransi selama digunakan untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan proses kreatif itu sendiri. Walaupun perseptsi gamer masih terhitung negatif mengikutinya, banyak developer yang tidak ragu menggunakannya. Berita baiknya? Hal ini tidak terjadi dengan game yang paling ditunggu di tahun 2026 ini – GTA VI.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh boss besar Take Two Interactive – Strauss Zelnick dalam wawancara terbarunya dengan situs GamesIndustry.biz sebelum laporan finansial teranyar mereka.
Take-Two bukanlah perusahaan video game yang anti-AI. Sang CEO – Zelnick bahkan menegaskan ambisi Take Two untuk menjadi salah satu ujung tombaknya. Ia bahkan mengaku bahwa perusahaan mereka saat ini sudah menerapkan begitu banyak implementasi dan pilots di beragam bidang atas nama efisiensi waktu dan biaya.
Namun menariknya, terlepas dari keterbukaan tersebut, Take Two justru meyakinkan dan menegaskan bahwa GTA VI tidak memiliki elemen Gen AI sama sekali di dalamnya.

Zelnick menyebut bahwa keseluruhan GTA VI dibangun oleh para talenta di dalam Rockstar Games dari awal. Setiap jalan, setiap bangnan, setiap lingkungan, semuanya diracik manual. Tidak ada satupun dari elemen tersebut yang dibangun dengan teknologi generasi prosedural. Zelnick yakin bahwa keputusan seperti inilah yang akan membuat GTA VI hadir sebagai media hiburan yang keren.
GTA VI sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 19 November 2026 mendatang untuk Playstation 5 dan Xbox Series dengan konfirmasi rilis versi fisik dan digital yang akan dilakukan bersamaan terlepas dari rumor yang sempat beredar.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda termasuk gamer yang menentang penggunaan Gen AI di dalam video game?

