
Sebuah langkah “revolusioner” yang terbukti menjadi pundi uang yang begitu efektif untuk Rockstar Games dan Take Two Interactive, kalimat ini memang tidak berlebihan saat kita berusaha mejabarkan posisi GTA Online saat ini. Segitu suksesnya konten live-service yang terus mendapatkan update konsisten ini, hingga ia ditengarai menjadi salah satu alasan mengapa GTA V tidak pernah mendapatkan DLC single-player. Dengan semua pencapaian ini, Take Two ternyata tidak cukup gila untuk langsung mengistirahatkannya begitu saja.
Setidaknya hal tersebutlah yang diindikasikan oleh CEO Take Two Interactive – Strauss Zelnick dalam laporan finansial terrbarunya.
Walaupun ia mengaku bahwa keputusan kreatif soal konten dan marketing sepenuhnya berada di tangan Rockstar Games, namun ia sendiri yakin bahwa eksistensi GTA Online tidak akan lantas berakhir begitu saja ketika GTA VI dirilis ke pasaran. Take Two besar kemungkinan akan terus mendukung mode online ini mengingat ada komunitas besar yang menyukainya.
Optimisme Zelnick bahwa GTA Online akan terus relevan ini bukan hanya datang dari sekadar kepercayaan semata, melainkan juga dari data. Ia membuktikan bahwa gamer-gamer GTA Online akan selalu kembali setiap kali Rockstar Games menawarkan konten tambahan yang asyik terlepas dari berapapun usia mode yang satu ini, ungkap Zelnick.

Kehadiran update terbaru “A Safehouse in the Hills” yang juga menjadi cerita dimana protagonis GTA V – Michael De Santa kembali dengan perawakan yang lebih tua di GTA Online disebut Take Two sebagai salah satu motor pendorong dari kenaikan belanja gamer terkait GTA hingga 27% dibandingkan harapan mereka.
Rockstar Games sendiri juga kembali menegaskan komitmen mereka untuk memenuhi tanggal rilis GTA VI – 19 November 2026 mendatang dengan rilis versi fisik dan digital yang akan dilakukan bersamaan.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang masih secara aktif memainkan GTA Online hingga saat ini?

