
Rilis sebuah video game, apalagi untuk sebuah produk yang sudah dikembangkan untuk waktu yang sangat lama seharusnya menjadi sesuatu yang pantas untuk dirayakan. Bahwa ia menjadi sebuah titik pencapaian setelah upaya kerja keras ragam talenta yang sudah bekerja keras sebaik mereka.
Perayaan seperti ini mungkin akan sedikit diikuti dengan kesibukan ekstra jika game tersebut mengusung konsep live-service. Namun harus langsung berhadapan dengan berita buruk? Inilah yang terjadi dengan game fighting bertema semesta League of Legends – 2XKO.
Setelah sempat tersedia untuk PC terlebih dahulu dalam format early access, Riot Games akhirnya merilis 2XKO ke versi 1.0 bersamaan dengan rilis versi konsol dan update season terbaru di tanggal 20 Januari 2026. Untuk game fighting lain, usia muda seperti ini biasanya menjadi awal untuk dukungan yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Namun siapa yang menyangka bahwa alih-alih didukung, Riot Games justru mengambil keputusan mengejutkan.
Riot Games mengumumkan proses PHK massal untuk hampir setengah anggota tim 2XKO dengan sekitar 80 pekerja akan terdampak secara global. Alasannya? Riot memang berencana untuk memperkecil tim 2XKO.
Berdasarkan pengakuan dari sang Executive Producer – Tom Cannon via akun blog resmi 2XKO, langkah ini diambil sebagai respon dari lemahnya angka engagement yang tercipta dari 2XKO versi PC dan konsol. Angka tersebut dianggap tidak cukup untuk mendukung tim sebesar sebelumnya. Oleh karena itu, Riot memutuskan untuk memangkasnya untuk membangun tim yang kini lebih kecil dan fokus.

Di blog yang sama, Riot juga menegaskan bahwa proses PHK massal ini bukanlah sinyal bahwa mereka akan berhenti mendukung 2XKO dalam wkatu dekat. Yang mereka lakukan justru memastikan tim ini bisa bertahan untuk waktu yang lama. Anggota yang terdampak pemecatan akan diberikan opsi untuk mencari karir lain di dalam Riot Games itu sendiri atau berhenti dan mendapatkan pesangon sebesar 6 bulan gaji.
Seperti yang bisa diprediksi, langkah Riot Games ini tentu saja cukup untuk membangun rasa pesimis dan khawatir dari gamer, terutama dari FGC, bahwa game ini akan mampu bersaing dan bertahan lama.
Bagaimana menurut Anda soal situasi yang satu ini?

