Sambut Evangelion Versi Yoko Taro Dengan Artwork AI, Boss Shift Up Dikritik!

Sambut Evangelion Versi Yoko Taro Dengan Artwork AI, Boss Shift Up Dikritik!

Author picture
Author picture

Menjadi salah satu berita paling mengejutkan sekaligus menarik minggu ini, tidak ada satupun gamer yang sepertinya pernah memprediksi bahwa akan ada satu titik dimana salah satu kreator paling eksentrik di industri game akan berujung diminta untuk menulis cerita Evangelion terbaru. Benar sekali, kita tentu tengah bicara soal si kreator NieR – Yoko Taro.

Berita yang satu ini juga ternyata disambut bahagia oleh teman sejawat asal Korea Selatan yang juga adalah boss besar dev. NIKKE dan Stellar Blade – Kim Hyung-Tae. Namun cara yang ia tempuh berujung dikritik pedas.

Apa pasal? Karena untuk alasan yang tidak bisa dirasionalisasi, apalagi mengingat posisi Kim Hyung-Tae sendiri sebagai seorang artist, ia memilih untuk menggunakan artwork racikan AI untuk merayakan hal tersebut. Artwork tersebut memuat sosok Asuka dari Evangelion yang dipotret dengan gaya lebih realistis yang ditemani dengan segudang topeng karakter Emil yang juga menjadi topeng seorang Yoko Taro.

Walaupun respon Yoko Taro sendiri terbuka pada artwork AI ini, namun langkah Kim Hyung-Tae ini memancing begitu banyak kritik. Banyak yang menyayangkan bahwa boss besar sebuah game gacha yang sangat mengandalkan desain artistik dan visual untuk karakter-karakternya, termasuk di game premium andalannya – Stellar Blade, berujung tidak memahami seberapa “berbahayanya” AI di skenario ini. Apalagi, Hyung-Tae sendiri sudah meracik artwork Evangelion berbeda dari racikan tangannya sendiri, yang seharusnya ia jadikan highlight.

Bagian terburuknya? Situasi ini juga memancing sebuah “drama” melawan pemahat sekaligus modeler untuk topeng Emil dan beberapa monster NieR yang sempat bergabung dengan Platinum Games – Yoshikaze Matsushita.

Walaupun ia memahami bahwa NIeR bukanlah IP miliknya, namun ia merasa bahwa topeng-topeng Emil yang muncul di artwork AI tersebut dilatih dari patung yang sempat ia racik. Sayangnya alih-alih direspon dengan argumen yang kuat, Kim Hyung-Tae lebih memlih untuk memblok Matsushita begitu saja. Sebuah langkah yang sangat disayangkan oleh seorang Matsushita sendiri.

Kim Hyung-Tae sendiri memang sempat mengekspresikan sikap yang lebih terbuka pada AI hingga di titik dimana ia berargumen bahwa teknologi ini adalah satu-satunya kunci yang dimiliki oleh industri game Korea Selatan untuk bersaing dengan Amerika Serikat dan China.

Bagaimana menurut Anda soal situasi yang satu ini?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website