
Di tengah kesuksesan yang mereka raih dengan mengeksploitasi nama besar yang tidak pernah tidak populer seperti Resident Evil dan Monster Hunter, keputusan Capcom untuk terus berkreasi dan berujung melahirkan IP original yang baru memang pantas untuk dirayakan. Beberapa hadir sebagai game ber-budget kecil dan eksperimental seperti Kunitsu-Gami, namun ada juga nama yang terlihat punya dana pengembangan lebih besar dan ambisius seperti PRAGMATA, misalnya. Judul sci-fi yang sempat beberapa kali ditunda ini akhirnya kian mendekati tanggal rilis pastinya.
Dengan tanggal rilis yang kian dekat ini, kami berkesempatan untuk menjajal PRAGMATA lebih awal berkat undangan dari Capcom Asia. Sesi gameplay berdurasi 2 jam yang kami nikmati di Singapura ini datang dari build baru yang belum pernah dipamerkan ke publik dan tentu saja berbeda dengan mode Sketchbook yang saat ini sudah tersedia di semua platform rilis. Berita baiknya? Sesi dua jam kami bersama PRAGMATA ini cukup meyakinkan kami soal potensinya untuk hadir sebagai salah satu game action terbaik yang mungkin Anda cicipi di tahun 2026 ini.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan PRAGMATA di sesi demo 2 jam kami? Mengapa kami menyebutnya sebagai game action dengan keseruan yang gila? Berikut adalah impresi yang kami dapatkan:
Bulan yang Tidak Membosankan

Bayangkan betapa akan membosankannya PRAGMATA jika premis bagaimana Hugh tengah menginvestigasi sebuah markas di bulan yang notabene kental dengan atmosfer sci-fi berujung dengan setting yang membosankan. Bahwa petualangan Anda bersama dengan Diana diisi dengan lebih banyak dinding-dinding putih, pintu geser otomatis futuristik, mesin-mesin besar yang entah tengah melakukan apa, dan pabrik-pabrik robot. Jika ini terjadi, PRAGMATA akan terasa hambar terlepas dari betapa fantastisnya elemen lain yang ia tawakran.
Untungnya dari sesi demo dua jam kami, Capcom seolah datang dengan pembuktian jelas bahwa ketakutan ini tidak berdasar. Lore bahwa bulan digunakan untuk menambang sebuah resource material yang mampu dialihkan untuk meracik apapun berhasil digunakan oleh PRAGMATA untuk membangun sebuah basis setting yang menarik.
Setidaknya dari yang kami jajal, ada kepastian bahwa perjalanan Anda mengitari sang markas bulan yang entah akan berjalan berapa lama ini tidak akan “terperangkap” pada koridor-koridor sci-fi generik. Markas raksasa ini tampaknya siap untuk memuat banyak kejutan.

Siapa yang mengira bahwa di sini misalnya, ada sebuah area dimana mereka berupaya “mencetak” dan mereplika kota New York dengan sebuah printer 3D raksasa yang terletak di angkasa. Menarik melihat bagaimana proses cetak yang terhenti entah karena alasan apa ini membuat beberapa proyek berujung terlihat setengah jadi dengan sisa-sisa material tidak rapi yang masih membekas begitu saja. Darinya, Capcom juga meracik level penuh cabang dan jalan berliku untuk mendukung proses eksplorasi yang ada.
Potongan kecil kota New York di sesi demo ini menjadi semacam testimoni bahwa tidak ada yang tidak mungkin untuk setting yang akan ditawarkan di PRAGMATA untuk area-area selanjutnya. Jika mereka bisa membangun replika New York di sini, maka mereka akan bisa membangun apapun nantinya. Sejujurnya, kami tidak sabar untuk melihat kejutan apa saja yang tengah dipersiapkan Capcom di versi final nanti.

