
Sering diabaikan peran pentingnya memang, namun sulit rasanya untuk membantah bahwa sistem reload yang ditawarkan banyak game FPS modern saat ini memang membuat genre ini menjadi lebih mudah dinikmati. Bahwa alih-alih seperti di dunia nyata dimana sisa peluru akan terbuang bersama dengan magazine, sebagian besar game FPS non-simulasi akan secara otomatis menambahkan sisa peluru tersebut kembali ke dalam total yang Anda miliki. Sayangnya, kemewahan ini tidak akan lagi Anda temukan di Counter-Strike 2.
Termasuk gamer yang punya kebiasaan “buruk” untuk menekan tombol reload senjata setiap kali memuntahkan sekadar 1-2 peluru saja? Maka update terbaru Counter-Strike 2 yang dilemparkan Valve ini akan jadi mimpi terburuk Anda.
Mengapa? Karena update terbaru ini mengubah cara reload bekerja. Ia kini akan mengikuti standar sistem reload di banyak game simulasi seperti ARMA yang notabene mewakili skenario dunia nyata. Benar sekali, aksi reload Anda kini akan membuat sisa peluru dalam magazine terbuang dan otomatis dihitung “hangus”.

Valve menyebut bahwa kehadiran mekanik baru ini mereka dorong untuk membuat aksi reload kini dilihat sebagai sebuah langkah yang strategis, alih-alih sekadar langkah mencari aman, Reaksi komunitas terhadap update baru ini pun beragam. Ada yang penasaran apakah ia akan berpengaruh signifikan pada meta yang ada atau tidak, namun tidak sedkit pula yang bingung mengapa langkah ini harus diambil. Bagi gamer-gamer yang punya kebiasaan menekan tombol reload, ini akan jadi bencana.
Bersama dengan update ini, Valve juga menyuntikkan beberapa fitur baru dari Map Guides yang kini bisa digunakan di 5 ronde pertempuran kompetitif, Tidak hanya itu saja, Counter-Strike 2 kini juga memungkinkan Anda untuk bergabung ke custom games yang tengah teman Anda nikmati.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang menyambut bahagia atau justru cemas dengan update terbaru ini?

