
Berbeda dengan Street Fighter 6 yang saat ini mengalami masa keemasannya, game fighting dari Bandai Namco – Tekken 8 sayangnya tidak berjalan semulus yang kita bayangkan dan inginkan. Terlepas dari puja-puji yang diarahkan untuk rilis perdananya, suntikan update yang ditawarkan selanjutnya, terutama di Season 2 justru membuat berang komunitas. Sebegitu buruknya, hingga cukup untuk membuat Katsuhiro Harada yang masih menjadi “wajah” di Tekken kala itu untuk meminta maaf. Sayangnya, alih-alih membaik, situasi tersebut memburuk.
Ketika Bandai Namco memperkenalkan update Season 3 ke komunitas Tekken 8, hampir sebagian besar fans menyambutnya dsngan tangan terbuka. Ada janji bahwa ia akan menyesuaikan begitu penyesuaian baru hingga tumbuh rasa optimisme ia akan memperbaiki ragam kesalahan yang sempat terjadi di Season 2.
Namun begitu update tersebut keluar di tanggal 17 Maret 2026 kemarin, hampir sebagian besar gamer Tekken 8 berujung kaget. Mengapa? Karena yang terjadi justru jauh berbeda dari apa yang mereka harapkan. Bahwa alih-alih membenahi apa yang sempat dikeluhkan di Season 2, update Season 3 ini justru membawanya ke arah yang lebih jauh, terutama cara mereka menangani sisi ofensif game yang satu ini.

Maka seperti apa yang juga terjadi di Season 2, gamer-gamer Tekken 8 pun tidak ragu untuk mengekspresikan kritik dan ketidaksetujuan mereka pada update kali ini. Hanya berdasarkan pada data dari versi Steam saja, ia langsung dibanjiri ratusan review negatif sejak update ini dirilis dengan proporsi yang jauh melampaui review positif yang ada. Pada saat berita ini ditulis, rating review terbaru Tekken 8 versi Steam berada di level “Mostly Negative”.
Bandai Namco sendiri belum memberikan komentar dan respon apapun terkait situasi update yang satu ini. Oleh karena itu, belum jelas apakah mereka akan segera membenahinya atau justru berujung terus mendorong Tekken 8 ke arah yang tidak disukai oleh komunitas ini, di tengah absennya seorang Katsuhiro Harada di sana.
Bagaimana menurut Anda soal situasi yang satu ini?

