Steam Sebut Kekuatan Belanja Gamer Indonesia Hanya 30% Dari Harga Normal Game

Steam Sebut Kekuatan Belanja Gamer Indonesia Hanya 30% Dari Harga Normal Game

Author picture
Author picture

Apa yang membuat Steam begitu memesona di mata banyak gamer, terutama mereka yang tinggal di negara ketiga seperti Indonesia? Benar sekali, kesaempatan untuk menikmati game-game dengan harga yang lebih terjangkau, atau paling tidak, rasional.

Kita tidak hanya bicara soal musim-musim diskon fantastis berbasis season saja, tetapi juga kebijakan regional pricing yang membuat harga game disesuaikan dengan daya beli masyarakat lokal. Untuk gamer Indonesia, kita ternyata bicara soal daya beli yang benar-benar rendah.

Steam baru saja meluncurkan sebuah tool terbaru untuk para publisher demi membantu mereka menentukan harga region pricing di masing-masing negara. Ini tentu saja sangat membantu para publisher mengingat bagaimana Steam saat ini sudah mendukung lebih dari 35 jenis mata uang, termasuk Rupiah dari Indonesia.

Dengan tool yang didasarkan pada harga si game dalam mata uang USD, publisher langsung bisa memeriksa secara instan tiga hal krusial sebelum menentukan regional pricing mereka. Pertama, konversi murni harga tersebut ke mata uang yang dituju.

Kedua? Konversi berdasarkan data publik soal harga yang rasional jika disandingkan dengan kemampuan beli masyarakat lokal. Menariknya? Berdasarkan konversi ini, Steam menempatkan Indonesia sebagai negara berisikan gamer dengan daya beli yang rendah. Sebegitu rendahnya, hingga konversi berdasarkan kemampuan beli ini hanya menempatkan harga 30% dari harga original setiap game.

Ketiga? Steam menyuntikkan konversi yang mereka sebut sebagai “Multi-variable conversion”. Ini menjadi metode konversi yang lebih kompleks dimana tidak hanya sekadar kemampuan beli masyarakat lokal saja, ia juga mempertimbangkan hal lain seperti perbandingan dengan produk entertainment yang lain hingga nilai tukar. Jika konversi ini dilakukan, sebagian besar harga game Steam akan dijual di harga 50% dari harga penuhnya untuk pasar Indonesia.

Steam menyebut bahwa kemampuan belanja gamer Indonesia hanya sekitar 30% dari total harga game yang ada.

Namun Steam juga menegaskan bahwa terlepas dari tool lengkap yang sudah mereka siapkan untuk membantu para publisher, keputusan penentuan harga untuk setiap produk yang ada tetap akan diberikan sepenuhnya kepada mereka. Steam tidak akan ikut campur dalam menentukan hal tersebut. Para publisher juga akan tetap berkesempatan untuk menetapkannya secara manual jika mereka menginginkannya.

Tentu saja, sebagai gamer Indonesia, kita tentu saja berharap agar lebih banyak publisher memanfaatkan tool region pricing terbaru Steam ini, yang akan membuat begitu banyak game rilis terbaru sekalipun kini berada di harga yang lebih rasional dibandingkan dengan isi dompet sebagian besar dari kita. Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

Related Topics:
Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website