
Semenjak kepemimpian yang baru di bawah Donald Trump, posisi Amerika Serikat dalam kancah global memang jauh berubah. Ia menjadi sumber begitu banyak ketidakstabilan, yang datang dari keputusan dan kebijakan yang pantas untuk dipertanyakan di ragam sektor. Keputusan yang mau tidak mau juga berujung mempengaruhi situasi negara yang lain. Bagian terburuknya? Tidak jarang bahwa justifikasi dari kebijakan ini dieksekusi dengan menggunakan ragam meme seolah-olah ia hendak menarik simpati generasi yang lebih muda. Salah satunya cukup untuk membuat menteri luar negeri berang.
Seperti yang kita tahu, perang melawan Iran yang dicetuskan oleh Israel dan Ameika Serikat saat ini memang menjadi konflik berkepanjangan yang berujung merugikan banyak pihak. Di awal serangna terjadi, Amerika Serikat sempat sesumbar bahwa mereka berhasil memenangkan perang ini dengan cepat dan tepat, tanpa menimbulkan banyak korban.
Narasi inilah yang sempat didorong oleh akun Twitter / X resmi pemerintah Amerika Serikat – The White House di awal Maret 2026 kemarin. Menggunakan gaya editing generasi muda, anehnya, ia mengkombinasikan potongan video situasi perang Iran yang asli dengan campuran video gameplay dari Wii Sports. Dengan menggunakan caption “Undefeated”, pemerintah Amerika Serikat seolah-olah ingin memperlihatkan bagaimana mereka meraih kemenangan di sana.
Namun seperti yang bisa diprediksi, peleburan video gameplay Wii Sports ini sama sekali tidak melibatkan persetujuan dari Nintendo. Walaupun tuntutan hukum belum melayang, namun situasi ini cukup untuk memancing komentar dari Menteri Luar Negeri Jepang – Toshimitsu Motegi.
UNDEFEATED. pic.twitter.com/Jt69bcag5y
— The White House (@WhiteHouse) March 12, 2026
Walaupun tidak serta merta menyebut nama Amerika Serikat atau White House di dalam pernyataannya, Motegi menegakan dengan lantang bahwa adala sebuah ketidakpantasan bagi sebuah institusi publik untuk menggunakan material dengan hak cipta tanpa meminta izin lebih dulu kepada si pemegang hak cipta ini. Parahnya lagi, ini bukan perrtama kalinya pemerintah Amerika Serikat menghadapi masalah serupa semenjak kepemimpiian Donald Trump.
Seperti yang kita tahu, Nintendo sendiri saat ini tengah sibuk terlibat dalam kasus tuntutan hukum melawan Amerika Serikat karena masalah tarif dan kenaikan harga yang mereka anggap tidak adil saat ini. Tidak jelas apakah tuntutan tersebut juga akan diperluas di masa depan juga untuk mencakup masalah video perang Iran dengan “bumbu” Wii Sports ini.
Bagaimana menurut Anda situasi ini?

