
Sebagai sebuah bisnis yang menjual sesuatu, branding adalah salah satu proses yang super penting dalam marketing. Namun tidak sedikit pula situasi dimana alih-alih kian menguatkan posisi mereka di industri, branding ini justru bersifat kontraproduktif.
Hal inilah yang mau tidak mau harus diakui terjadi dengan Microsoft setelah proses akuisisi Activision Blizzard beberapa tahun yang lalu, dimana mereka mulai menggunakan nama “Microsoft Gaming” beriringan dengan branding “tua” mereka – Xbox. Situasi ini ternyata menjadi salah satu prioritas yang hendak diluruskan oleh CEO Xbox yang baru – Asha Sharma.
Bersama dengan bocornya informasi meeting internal yang akhirnya didapatkan situs The Verge, Sharma kabarnya akan mengambil langkah revolusioner yang lain. Sharma disebut-sebut hendak menghapus branding “Microsoft Gaming” dan akan kembali sepenuhnya menggunakan hanya brand “Xbox” di masa depan. Langkah ini disebut esensial untuk membangun identitas yang lebih kuat.
Informasi ini sejalan dengan awal kampanye kepmimpinan Sharma yang memang sempat mengutarakan ambisi untuk “kembali ke Xbox”.

Microsoft kabarnya bahkan sudah mulai menempelkan slogan “Return to Xbox” ini di dinding kantor mereka, bersama dengan slogan tua lain seperti “Great Games” dan “Future of Play”. Kampanye ini juga bahkan disebut-sebut akan didukung dengan logo Xbox yang baru.
Asha Sharma sendiri belum lama ini mengambil keputusan menarik untuk menurunkan harga Game Pass dengan konsekuensi tidak lagi menyertakan Call of Duty sebagai game rilis hari pertama di layanan langganan populer tersebut.
Bagaimana menurut Anda? Termasuk gamer yang mendukung langkah Microsoft untuk membuang branding Microsoft Gaming?

