
Dengan potensi menjadi rilis game tersukses di sepanjang sejarah industri game, Take Two Interactive dan Rockstar Games sebenarnya masih memiliki begitu banyak kesempatan untuk mendulang lebih banyak uang dengan GTA VI. Strategi yang menembus sekadar batas menjual game fisik ataupun digital, ataupun jenis microtransactions dari apapun versi GTA Online yang tengah mereka persiapkan. Salah satu langkah paling menggoda? Menyuntikkan kerjasama produk dunia nyata ke dalam dunia GTA VI. Untungnya? Level serakah Take-Two belum sampai di level tersebut.
Setidaknya hal tersebutlah yang dipastikan oleh CEO Take Two Interactive – Strauss Zelnick dalam event IICON (Interactive Innovation Conference) belum lama ini.
Terlepas dari jumlah uang besar yang dengan mudah bisa mereka kumpulkan, Zelnick memastikan bahwa GTA VI tidak akan mengusung kerjasama dengan produk atau brand dengan menempatkannya di dalam game. Seperti pondasi konsep GTA sebagai satir dari situas terkini Amerika Serikat, semua merk yang muncul di game open-world ini adalah brand rekayasa.
Zelnick mengaku bahwa keputusan ini juga mereka ambil untuk memastikan GTA VI tetap lugas untuk para gamer sebagai sebuah dunia yang benar-benar dibangun dari fiksi. Ia yakin bahwa gamer akan selalu punya indra keenam untuk mendeteksi mana yang didasarkan pada merk asli dan mana yang tidak.

Situasi ini tentu saja berbeda dengan pendekatan Take Two pada game basket andalannya – NBA 2K yang diisi dengan banyak kerjasama brand. Strategi ini menjadi rasional dan cocok karena NBA memang didasarkan pada sesuatu yang eksis di dunia nyata dan karenanya,, akan tetap terasa natural.
GTA VI sendiri rencananya akan meluncur pada tanggal 19 November 2026 mendatang untuk Playstation 5 dan Xbox Series. Take Two sendiri belum memastikan soal rilis versi PC di titik ini.
Bagaimana menurut Anda soal keputusan Take Two terkait penempatan brand dalam GTA VI ini?

