
Gamer mana yang tidak membangun antisipasi tinggi dan hype luar biasa tinggi ketika menyambut Build a Rocket Boy. Kita bicara soal sebuah studio yang melibatkan nama seorang Leslie Benzies di dalamnya, veteran Rockstar Games yang sudah malang-melintang meracik produk game action open-world tersukses di pasaran – GTA. Namun sayangnya, alih-alih sukses, proyek perdana mereka – MindsEye justru jadi bahan lelucon karena kualitasnya yang buruk. Sentilan pun tidak hanya datang dari gamer dan media, namun juga mantan boss Leslie Benzies – Take Two Interactive.
Berbicara dalam TD Cowen 54th Annual Technology, Media & Telecom Conference, CEO Take Two Interactive – Strauss Zelnick menungkapkan bagaimana semakin sulitnya meracik sebuah game yang sukses di tengah semakin dewasanya industri hiburan secara keseluhan.
Ia kemudian berkomentar bagaimana banyak orang yang berusaha untuk meniru kesuksesan game yang dicapai oleh Rockstar Games, bahkan oleh mantan karyawan Rockstar, yang juga ia sebut berujung gagal.
Walaupun tidak serta merta menyebut nama, namun pernyataan ini cukup untuk membuat banyak pihak, termasuk kami, menyimpulkannya sebagai “sentilan” ke Leslie Benzies dan game perdananya – MindsEye.

Zelnick sendiri optimis bahwa bukannya tidak mungkin developer lain akan menyentuh level yang sama dengan Rockstar Games. Hanya saja, ia menegaskan bahwa yang membuat game-game mereka memesona bukanlah teknologi, tetapi para individu kreatif di dalamnya. Para individu yang hendak difasilitasi Take Two dengan baik.
Kondisi Build a Rocket Boy sendiri belum membaik hingga saat ini terutama karena obsesi untuk menyalahkan kegagalan MindsEye pada konspirasi sabotase yang sejauh ini belum terbukti. Ia juga terus kehilangan karyawan karena aksi PHK yang muncul sebagai konsekuensi kegagalan game ini.
Bagaimana menurut Anda? Apakah ada kesempatan Leslie Benzies dan studionya menemukan titik balik di masa depan?

