
Seperti tengah berada di persimpangan penuh kebingungan, tidak ada lagi kalimat yang lebih tepat untuk menjelaskan posisi Sony dan brand gaming andalan mereka – Playstation. Seolah tidak henti-hentinya mengambil kebijakan tidak populer apalagi setelah backlash yang mereka terima dari keputusan ekstrim untuk tidak lagi menawarkan game fisik mulai awal 2028 mendatang, mereka kini kembali dikritik untuk game fighting yang mereka racik bersama dengan Arc System Works – Marvel Tokon: Fighting Souls.
Setelah sempat ditakutkan akan terjadi karena trauma masa lalu, update di backend Steam seperti yang dicatat oleh SteamDB menjadi konfirmasi tidak langsung dari langkah terbaru Sony yang pantas untuk dipertanyakan.
Benar sekali, seperti kasus rilis game first-party versi PC mereka beberapa waktu yang lalu, update backend ini mengindikasikan bahwa Marvel Tokon: Fighting Souls versi PC tidak akan bisa dimainkan dan dinikmati di setidaknya 132 negara saat rilis nanti. Alasannya pun sama, karena upaya Sony untuk mengikatnya dengan akun Playstation Network yang memang belum didukung secara resmi di 132 negara tersebut.
Langkah ini tentu bertolak belakang dengan mimpi Sony untuk terus mengeksplorasi potensi game live-service dimana Marvel Tokon seharusnya menjadi salah satu ujung tombak untuk mulai mendorong inisiatif yang sudah beberapa kali gagal tersebut. Namun limitasi rilis versi PC ini justru kontraproduktif jika kita bicara soal pool jumlah pemain saat rilis nantinya.

Sony sendiri belum angkat bicara soal situasi ini dan apakah mereka berencana untuk membatalkan kebutuhan akun Playstation Network ini atau tidak nantinya. Berita baiknya? Indonesia untungnya sudah resmi masuk ke dalam region yang didukung oleh Sony dan karenanya tidak akan bermasalah dengan indikasi limitasi rilis ini.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini? Sebuah langkah yang rasional atau pantas untuk dipertanyakan?

