
Ketika pertama kali diperkenalkan, skema bisnis yang ia usung memang menjadi salah satu yang paling menggiurkan untuk gamer. Bagaimana tidak? Dengan membayar biaya langganan yang cukup terjangkau, kita berkesempatan untuk menikmati game first party XBOX di hari pertama rilis serta beberapa game third party ragam skala yang tak kalah kerennya. Namun seiring dengan waktu berjalan, Game Pass mulai terlihat seperti format bisnis yang tidak menguntungkan.
Bahwa terlepas dari “perjudian” yang dilakukan XBOX dengan skema ini, ia tidak kunjung menjadi pondasi yang cukup untuk mendorong strategi yang direncanakan, terutama saat ia dipimpin oleh Phil Spencer. Puncaknya tentu saja adalah proses restrukturisasi besar-besaran yang melibatkan PHK massal dan pergantian kepemilikan untuk beberapa studio di bawah kepemimpinan Asha Sharma.
Lantas, seberapa besar atau kecilnya sebenarnya Game Pass? Dalam laporan terbaru Wall Street Journal, berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari sumber yang bisa dipercaya, Game Pass diyakini “hanya” memiliki total pelanggan sekitar 30 juta user saja.

Lantas, mengapa menggunakan kata “hanya”? Karena angka tersebut jauh di bawah proyeksi Microsoft dan XBOX itu sendiri. Dalam data proyeksi yang sempat mereka sediakan di kasus akuisisi Activision Blizzard beberapa waktu yang lalu, Microsoft menargetkan bahwa Game Pass seharusnya sudah memiliki 77 juta user saat ini!
Situasi ini jugalah yang membuat Asha Sharma secara terbuka menyebut bahwa Game Pass di titik ini memang tidak tumbuh secepat yang diinginkan oleh XBOX. Seperti yang kita tahu, harga Game Pass juga belum lama ini diturunkan untuk membuatnya tampil lebih menggoda walaupun ia tidak lagi menyediakan seri baru Call of Duty di hari pertama rilis.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Termasuk gamer yang masih secara aktif berlangganan Game Pass saat ini?

