Review Granblue Fantasy Relink – Endless Ragnarok: Kerja Keras yang Menyenangkan!

Review Granblue Fantasy Relink – Endless Ragnarok: Kerja Keras yang Menyenangkan!

Author picture
Author picture

Perjalanan Cygames masuk ke dalam pasar konsol via Granblue Fantasy Relink terhitung sukses luar biasa. Bahwa setelah penantian yang begitu lama sebelum ia akhirnya  tersedia sekitar 2 tahun yang lalu, ia menawarkan pengalaman JRPG  yang seru dan unik di saat yang sama. Dengan pendekatan visual bergaya anime yang memanjakan mata, ia tidak hanya menyihir gamer-gamer penikmat game mobilenya yang sudah eksis lebih dulu saja, tetapi juga gamer yang awam dengan franchise ini seperti kami. Kini, Cygames kembali berusaha membawa pengalaman ini ke level yang lebih tinggi via expansion berbayar – Endless Ragnarok.

Seperti konsep expansion berbayar di game lainnya, Endless Ragnarok tentu menawarkan kesempatan untuk menikmati pengalaman Relink di level yang baru. Kita bicara soal porsi cerita baru, pertarungan boss yang kini melibatkan karakter ternama dari semesta game mobile-nya, progress yang kian jauh untuk memperkuat karakter, dan pastinya  – proses grinding panjang. Walaupun besar kemungkinan bahwa misi utama dari eksistensi expansion ini adalah membawa aktif kembali gamer Relink yang mungkin sudah meninggalkan seri ini, namun bukan tidak mungkin pula ia berujung menggoda mereka yang belum pernah menjajal sang versi dasar sebelumnya.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Granblue Fantasy Relink – Endless Ragnarok ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang berhasil membuat proses “kerja keras” menjadi menyenangkan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Sayangnya, Gaya Presentasi yang Sama

Sayangnya, tidak ada yang berubah dari caranya menyajikan cerita.

Versi dasar Granblue Fantasy Relink adalah salah satu game JRPG paling menyenangkan yang pernah kami jajal, terutama lewat sisi gameplay dan desain misi yang di banyak kasus akan membuat Anda tengah terlibat dalam mode Raid di game MMORPG. Fakta bahwa setiap karakter juga punya gimmick skill aktif dan pasif yang bisa digunakan untuk tidak hanya menghasilkan damage saja, tetapi juga mendukung dan bahkan – menyelamatkan tim dari situasi yang genting, kombinasinya membuat Granblue Fantasy Relink hadir memukau.

Namun harus diakui, sisi cerita yang ditawarkan versi dasar tersebut harus diakui kurang jika dibandingkan dengan game JRPG lainnya. Dengan proses dramatisasi yang kurang, sebagian besar eksposisi cerita datang dari karakter yang diam mematung dan saling berbicara untuk menjelaskan apa yang sebenarnya tengah terjadi. Di luar desain karakter yang memanjakan mata, ia hadir dengan animasi yang terhitung minim. Bahkan untuk episode tiap karakter, cerita disajikan hanya dalam bentuk potongan gambar dan barisan teks untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Sayangnya, mimpi dan harapan kami bahwa Cygames akan menawarkan sesuatu yang lebih baik di Endless Ragnarok harus berujung sebuah kekecewaan yang baru. Tidak ada yang berubah dari caranya menyajikan cerita, yang tetap ditawarkan dalam bentuk dialog minim animasi dan gambar statis di episode karakter. Harus jujur, situasi ini membuat kami tidak ambil pusing dengan cerita yang disajikan expansion ini dan berharap untuk terus ke pertempuran demi pertempuran selanjutnya. Berita baiknya? Cygames seolah paham soal potensi gamer seperti kami dan menyediakan penjelasan sinopsis cerita untuk skip yang Anda lakukan.

Karakter yang diam dan saling berbicara tanpa banyak animasi sinematik yang menggetarkan jiwa akan tetap jadi apa yang ditawarkan Endless Ragnarok.
Gaya gambar statis dan teks yang masih sering digunakan, bahkan untuk karakter baru sekalipun.

Satu yang pasti, cerita yang disajikan Endless Ragnarok jelas merupakan kelanjutan dari cerita versi dasar dan beberapa update setelahnya. Beberapa karakter antagonis yang sempat menjadi oposisi Anda di cerita sebelumnya kita resmi bergabung menjadi karakter playable, termasuk sang andalan kami yang akan terus Anda lihat di serangkaian screenshot di review ini – Maglielle. Misi-misi dengan sedikit ekstra eksplorasi di dalamnya juga sayangnya, tidak diperkuat dengan lokasi atau area baru yang pantas untuk dirayakan.

Sementara dari efek visual? Seperti halnya Relink, ada indikasi yang kuat bahwa Cygames memang menghadirkan efek yang ramai di beberapa skenario pertarungan untuk memastikan efek-efek ini memang menjadi salah satu “tantangan” yang menuntut kewaspadaan Anda saat berupaya untuk mengeksekusi mekanik seperti menghindar misalnya.

Efek memang tetap ramai, namun ia tetap memastikan bahwa informasi yang Anda butuhkan tetap bisa ditangkap dengan cepat.

Untungnya, untuk serangan-serangan AOE besar yang tentu saja sulit untuk dilihat menggunakan perspektif punggung karakter, kamera Endless Ragnarok akan menjauh dengan ekstra clue area serangan untuk membantu Anda meracik reaksi yang tepat setiap kali momen ini tiba. Di banyak kesempatan, kombinasi ini cukup untuk membuat kami merasa bahwa setiap kali kematian yang kami rasakan memang terjadi karena kelalaian kami dan bukan karena sesuatu yang gagal ditawarkan oleh Cygames di Endless Ragnarok.

Sementara untuk sisi audio, tidak ada yang bisa dikeluhkan. Bersama dengan voice acting yang harus berjuang keras untuk membuat scene yang statis lebih hidup dan melakukan tugasnya dengan baik, sisi musik juga membuat banyak pertarungan melawan super boss di sini kian terasa epik.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website