Racik MV Stellar Blade: Blood Rain Pakai Gen AI, Shift Up Dikritik

Racik MV Stellar Blade: Blood Rain Pakai Gen AI, Shift Up Dikritik

Author picture
Author picture

Sebagai salah satu developer terbesar asal Korea Selatan saat ini, apalagi setelah kesuksesan game action non-mobile yang mereka racik via Stellar Blade, sepak terjang Shift Up memang begitu dinanti. Hype ini kian kuat setelah konfirmasi bahwa Stellar Blade sendiri akan mendapatkan sebuah seri sekuel bertajuk Blood Rain dengan protagonis baru bernama Evie. Namun yang baru saja dilakukan Shift Up belum lama ini justru menimbulkan lebih banyak kekhawatiran daripada hype.

Sikap positif sang CEO – Kim Hyung Tae terhadap penggunaan AI memang sudah menjadi sebuah rahasia umum. Ia bahkan melihat teknologi ini sebagai solusi untuk bertarung melawan developer asal Amerika Serikat dan China yang ia sebut, memiliki keuntungan dari sisi jumlah talenta pendukung. Namun tidak ada yang mengira bahwa sikap Hyung Tae ini akan rajin diekspresikan terlepas dari potensi kritik yang mungkin ia terima.

Puncaknya baru saja terjadi beberapa jam lalu saat berita ini ditulis. Shift Up baru saja merilis sebuah trailer terbaru sekaligus MV untuk salah satu OST yang ia usung bertajuk “Wanna be in Love” dengan Evie sang protagonis sebagai bintang. Namun alih-alih disambut hangat, MV (Music Video) ini langsung banjir kritikan.

Apa pasal? Benar sekali, bahwa alih-alih diracik dengan tangan, keseluruhan MV ini dibangun menggunakan GenAI. Dalam deskripsi yang mereka lempar di akhir video, Shift Up menyebut bahwa keseluruhan video berdurasi 3,5 menit ini diracik menggunakan Gen AI dengan mengandalkan aset-aset yang sudah mereka bangun untuk Stellar Blade: Blood Rain sejauh ini.

Nyatanya, walaupun menggunakan aset resmi dari game mereka sendiri, tidak sulit untuk mengenali bahwa keseluruhan video ini dbangun dengan AI, baik dari komposisi hingga reaksi wajah Evie yang tidak terasa natural. Kritik mengemuka kencang terutama dari fakta bahwa aksi ini dilakukan perusahaan yang belum lama ini mendulang dana masif lewat aksi IPO yang sukses besar, bahkan cukup untuk menempatkan sang CEO sebagai 50 orang terkaya di Korea Selatan.

Meracik keseluruhan MV Stellar Blade: Blood Rain menggunakan gen AI, Shift Up berujung dikritik.

Tidak hanya itu saja, fakta bahwa Hyung Tae terus mendorong AI ke dalam Stellar Blade: Blood Rain ini justru ditakutkan oleh para fans seri pertamanya berujung merusak identitas dan citra game bertema cerita sci-fi yang masih terhitung “muda” ini. Lebih parahnya lagi? Sbift Up tidak menyertakan siapa nama komposer dan penyanyi untuk MV ini, yang menimbulkan ekstra kecurigaan bahwa ia juga dibangun menggunakan Gen AI.

Shift Up sendiri belum membicarakan jendela rilis untuk Stellar Blade: Blood Rain dan ke platform mana saja ia akan dirilis. Tidak ada informasi pula apakah Gen AI ini juga nantinya akan juga digunakan secara terbuka di produk final game ini atau tidak.

Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi racik MV ini dengan Gen AI adalah sesuatu yang bisa Anda terima atau tetap Anda tolak?

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website