
Bagi para penggemar DOTA 2 di seluruh dunia, tidak ada lagi momen yang lebih penting selain menikmati event turnamen tahunan terbesar – The International. Walaupun tidak seperti di masa lalu dimana ia dikenal sebagai turnamen esports dengan hadiah yang luar biasa fantastis, namun hype yang mengitari game kompetitif “tua” yang terus menerima ragam pembaharuan signifikan ini tetaplah tinggi. Kini, sebuah pencapaian luar biasa baru saja dicapai oleh Team Spirit.
Bagi gamer yang mengikuti scene kompetitif game yang satu ini, nama Team Spirit memang bukan lagi nama yang asing. Ia adalah tim yang berhasil menorehkan nama mereka di Aegis of the Champions di tahun 2021 dan 2023 yang lalu. Kini, mereka berhasil mencapai kemustahilan.
Merangkak naik dari Lower Bracket setelah sempat berada di ujung tanduk, Team Spirit harus bertarung melawan Team Vision yang digawangi oleh Puppey – sang veteran yang terkenal lewat strateginya yang solid sebagai coach. Pertempuran berlangsung sengit dengan keduanya memperlihatkan pengetahuan dan kemampuan yang nyaris setara.
Sempat berada di skor 2-2, pertandingan penentuan di Game 5 berlangsung super sengit. Pertaruhan yang dilakukan oleh Team Vision dengan mengandalkan Juggernaut sebagai carry berujung kontraproduktif melawan strategi Team Spirit yang sepertinya memahami metode dan ritme untuk memastikan karakter yang satu ini tidak berujung mendominasi.

Setelah bertukar ide, skill, dan strategi, pertempuran berdurasi lebih dari 60 menit tersebut, Team Spirit resmi menjadi juara The International 2026. Kemenangan ini membuatnya jadi tim pertama yang berhasil menjuarai turnamen bergengsi ini sebanyak 3 kali! Atasnya, mereka akan membawa pulang hadiah utama sekitar USD 1,4 juta.
Team Spirit beranggotakan: Illya “Yatoro” Mulyarchuk (1), Denis “Larl” Sigitov (2), Magomed “Collapse” Khalilov (3), Alexey “not me” Kosmynin (4), dan Alexander “rue” Filin (5).
Bagaimana dengan Anda? Masih mengikuti turnamen The International tahun ini?

