Selalu membahagiakan melihat fokus Konami untuk kembali aktif berkecimpung di industri game langsung membuahkan begitu banyak proyek yang pantas untuk diantisipasi.
Tidak hanya sekadar bertumpu pada franchise populer raksasa yang sudah eksis di dalam katalog mereka saja, tetapi juga dibangun di atas keberanian untuk mengeksplorasi konsep dan tema yang baru. Hal tersebutlah yang hendak mereka tawarkan dengan Rhapsody in Scarlet.
Datang dengan sebuah teaser mengejutkan di State of Play yang sempat membuat banyak gamer mengira bahwa ia adalah trailer terbaru Stranger than Heaven dari SEGA, Konami secara resmi memperkenalkan game action terbarunya yang bertajuk Rhapsody in Scarlet.
Mengambil setting New York di era tahun 1920-an dimana musik, terutama Jazz, menjadi pondasi budaya, game ini akan menggabungkan ragam kekuatan magis dengan kesempatan untuk memanggil beragam monster besar untuk membantu aksi Anda.
Anda akan beperan sebagai seorang magus muda bernama Ellie yang hendak berdiam di New York untuk mengejar karir sebagai penyanyi jazz. Namun ia justru berakhir terperangkap dalam sebuah konspirasi yang melibatkan organisasi mafia yang tidak biasa. Bertarung bersama companion monsternya yang bernama Skoll, Ellie juga dipersenjatai dengan ragam serangan magis yang keren dan destruktif di saat yang sama.

Yang menarik? Setting New York di tahun 1920-an ini bukan sekadar akan jadi latar belakang yang terabaikan begitu saja, Konami memastikan bahwa mereka juga melewati proses research mendalam untuk memastikan atmosfernya direpresentasikan baik, dari fashion hingga arstitektur.
Konami sendiri masih belum memastikan kapan tepatnya game ini akan meluncur, namun dipastikan ia akan tersedia untuk Playstation 5, Xbox Series, dan tentu saja – PC.
Bagaimana menurut Anda? Terlihat menarik?

