Apa yang terlintas di benak Anda saat kita bicara soal franchise Dead or Alive dari Koei Tecmo? Sebagian besar yang mengenal sejarah franchise ini mungkin akan langsung mengasosiasikannya sebagai game “gooner” yang menawarkan tidak hanya karakter-karakter wanita cantik dengan proporsi tubuh yang menggoda saja, tetapi juga rangkaian kostum sensual untuk mendukung hal tersebut. Namun dengan rilis ulang Dead or Alive 6 Last Round yang kini tersedia di ragam platform, Koei Tecmo akan “menahan diri”.
Hal tersebut disampaikan oleh sang Project Manager – Tsuyoshi Iuchi dalam wawancara terbarunya dengan Famitsu, merayakan kehadiran karakter original baru – Minato untuk Dead or Alive 6: Last Round.
Menanggapi keluhan dari banyak fans bahwa Dead or Alive 6 Last Round kekurangan kostum seksi baru untuk para karakter yang ada, Iuchi datang dengan jawaban yang cukup mengejutkan. Bahwa alih-alih menghapus keraguan tersebut, ia justru hadir dengan konfirmasi bahwa keputusan tersebut sengaja diambil oleh Koei Tecmo.
Iuchi menyebut bahwa banyak gamer-gamer yang justru berujung malu menggunakan kostum-kostum seksi ini saat bermain secara kompetitif. Oleh karena itu, mereka lebih berambisi untuk menawarkan varian dan desain kostum yang bisa terus digunakan oleh gamer, dengan mengurangi elemen seksinya hingga level minimum.

Walaupun demikian, Iuchi memastikan bahwa Koei Tecmoa akan tetap menyuntikkan konten-konten kostum berbasis musim seperti pakaian renang untuk musim panas misalnya. Ia juga menyebut bahwa filosofi desain kostum mereka kini berpusat pada usaha untuk membuat setiap kostum ini terasa lebih bermakna dan tidak sekadar terlihat bak karakter yang tengah menikmati aksi cosplay dengan beragam jenis pakaian.
Sayangnya, Iuchi sendiri tidak memberikan kepastian apakah keputusan pengurangan kostum seksi ini juga akan mereka aplikasikan untuk Dead or Alive 7 yang sudah digoda namun belum memamerkan lebih banyak gameplay.
Bagaimana menurut Anda? Keputusan baik atau buruk?

