
Sebuah RPG yang mampu menawarkan sebuah sensasi petuaalngan yang sesungguhnya, yang dibungkus dengan gimmick dan mekanik unik adalah salah satu daya tarik utama franchise Dragon’s Dogma. Sang seri kedua yang dilepas di platform lebih modern degan RE Engine sebagai basis juga kian memperluas basis komunitas game ini, yang sayangnya juga sempat didera masalah teknis di versi PC. Terlepas dari daya tariknya, Dragon’s Dogma 2 adalah game yang terhitung meamncing rasa frustrasi karena keterbatasan yang sengaja diaplikasikan Capcom.
Salah satunnya? Item fast travel bernama Ferrystone yang diawal didesain hadir dengan jumlah yang sangat terbatas. Situasini membuat gamer yang butuh menyelesaikan quest dengan tuntuan untuk bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya harus melakukan proses perjalanan tersebut secara manual, yang notabene memakan waktu dan tenaga. Situasi ini diperburuk dengan rasa manja yang sudah difasilitasi oleh gamer open-world modern lain yang biasanya membuat proses fast-travel hadir cepat dan mudah.
Untungnya, Capcom berujung mendengar feedback gamer. Bersama dengan rilis expansion – Dark Arisen yang kian mendekat, Dragon’s Dogma 2 akhirnya menyediakan sebuah item fast-travel dengan penggunaan tidak terbatas yang disebut sebagai Eternal Ferrystone, yang juga tersedia untuk semua gamer Dragon’s Dogma 2 via update terpisah. Ternyata oh ternyata, item ini memicu respon yang berbeda antara gamer dari dua belahan dunia yang berbeda – timur dan barat.
Hal tersebut disampaikan oleh director – Kento Kinoshita dan producer – Naoto Oyama dalam wawancara terbaru mereka dengan situs Automaton.
Oyama menyebut bahwa gamer Jepang dan Asia sebelumnya melihat limitasi item fast travel sebagai pemicu rasa frustrasi di Dragon’s Dogma 2. Oleh karena itu, kehadiran Eternal Ferrystone dilihat sebagai solusi untuk menawarkan pengalaman bermain yang lebih menyenangkan, nyaman, dan mudah di saat yang sama.
Sementara di sisi lain, gamer barat melihat limitasi item fast-travel ini sebagai representasi akurat dari sensasi petuaalngan yang memang kejam dan realistis. Pergesekan yang terjadi di dalam pengalaman bermain mereka dilihat sebagai sesuatu yang positif, seperti bagaimana minimnya opsi fast-travel berujung melahirkan situasi yang menantang.

Namun keduanya merasa bahwa Eternal Ferrystone yang mereka hadirkan adalah solusi terbaik untuk kedua kubu ini. Fakta bahwa item ini dihadirkan sekadar sebagai opsi yang bisa dipilih untuk digunakan atau tidak digunakan oleh gamer berarti ia akan secara otomatis memfasilitasi kedua kubu dengan perspesi berbeda ini.
Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 9 Oktober 2026 mendatang untuk Playstation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan tentu saja – PC.
Bagaimana dengna Anda? Terrmasuk gamer yang menyambut kehadiran Eternal Ferrystone atau tidak di Dragon’s Dogma 2?

