Review The Witcher 3 – Wild Hunt Remastered: Bisa Bisanya GRATIS!

Review The Witcher 3 – Wild Hunt Remastered: Bisa Bisanya GRATIS!

Author picture
Author picture

Posisi CD Projekt Red sebagai salah satu developer yang paling dicintai di industri game memang sulit untuk terbantahkan. Walaupun sempat mengalami sedikit guncangan di awal rilis Cyberpunk 2077 yang penuh masalah untuk platform generasi sebelumnya, namun developer asal Polandia ini perlahan tapi pasti, berhasil menebus dosa mereka via patch perbaikan yang rutin dilepas sekaligus rilis expansion pack dan anime yang fantastis. Semuanya dipermanis dengan fakta bahwa proyek mereka sebelumnya – The Witcher 3: Wild Hunt masih digadang sebagai salah satu game action RPG terbaik yang pernah ada.

Di tengah kesuksesan ini, apalagi dengan konfirmasi bahwa The Witcher 4 dan Cyberpunk 2 tengah dikerjakan, CD Projekt Red tiba-tiba hadir dengan kejutan yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. Bukan saja bahwa The Witcher 3 akan mendapatkan expansion baru – The Songs of the Past saja untuk tahun 2027 mendatang, tetapi juga sebuah update Remastered yang akan membawa game ini ke level modernisasi yang lebih tinggi lagi setelah update next-gen sebelumnya. Update yang satu ini disajikan secara cuma-cuma bersama dengan bundle expansion – Heart of Stone dan Blood and Wine yang juga ditawarkan gratis.

Kami sendiri berkesempatan untuk menjajal update Remastered ini sedikit lebih awal daripada publik. Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan The Witcher 3: Wild Hunt Remastered ini? Mengapa kami cukup terkejut bahwa update ini dihadirkan tanpa biaya sekalipun? Review ini akan membahas apa saja perubahan yang ia tawarkan.

Modernisasi Banyak Sisi

The Witcher 3: Wild Hunt – Remastered akan menawarkan banyak modernisasi, termasuk dari sisi presentasi visual.

Dibandingkan dengan update next-gen yang mereka rilis beberapa tahun yang lalu untuk mempermudah transisi The Witcher 3: Wild Hunt ke platform yang lebih modern, update Remastered yang ditawarkan CD Projekt Red kali ini seharusnya menyempurnakan dan menawarkan lebih banyak hal baru.

Namun perlu diingat pula, proses review yang kami rilis kali ini dijajal dengan versi Playstation 5 Pro dan karenanya akan difokuskan untuk membahas apa yang ia bawa untuk konsol terkuat Sony ini. Mengingat update ini juga akan dilepas untuk PC, tidak tertutup kemungkinan bahwa implementasi yang diusung, terutama dari sisi visual, akan tampil lebih baik, seperti teknologi path tracing untuk sistem tata cahaya yang lebih akurat, misalnya.

Tekstur terasa lebih jelas dan tajam di banyak hal, termasuk material pakaian Geralt misalnya.
Perlu diingat, ini tetap sebuah proyek remaster, bukan remake! Identitas The Witcher 3 sebagai game yang sudah berusia 11 tahun tidak akan sepenuhnya lenyap.

Dari sisi visual, The Witcher 3: Wild Hunt Remastered memang terlihat jauh lebih tajam dibandingkan dengan versi sebelumnya. Walaupun tidak sampai di batas remake dan jelas bahwa Anda masih bisa mengenalinya sebagai game tua yang sudah berusia lebih dari 10 tahun, namun ada begitu banyak tekstur yang kini terlihat lebih mendekati rilis game-game modern. Kami bahkan merasa bahwa hal sekecil tekstur luka di wajah Geralt, pakaian yang ia kenakan, hingga ragam bebatuan yang jadi pondasi jalan di kota ini terlihat lebih tajam.

Sayangnya, untuk urusan ray tracing, mengingat kami sendiri tidak menjajal update next-gen sebelumnya yang sudah menyediakan fitur ini di sebelumnya, kami tidak bisa membandingkan seberapa besar penyempurnaan dan perbaikan akurasi tata cahaya yang didorong update Remastered ini.

Namun setidaknya, dengan mengaktifkan fitur visual in di Playstation 5 Pro, Anda akan benar-benar mendapatkan perubahan sistem tata cahaya yang berbeda. Implementasi cahaya di ray tracing dan non ray tracing bahkan sebegitu berbedanya hingga ia mampu mengubah atmosfer banyak lokasi, terutama mereka yang seharusnya menjadikan gelap sebagai bagian dari hal tersebut.

Tanpa ray tracing di Playstation 5 Pro.
Dengan ray tracing di versi Playstation 5 Pro. Ia mengubah atmosfer keseluruhan ruangan.

Ruangan yang tertutup rapat dengan sedikit cahaya masuk, gua dimana para monster bersemayam, hingga ruang bawah tanah dimana ragam hal keji dan percobaan terjadi kini hadir lebih baik dengan implementasi ray-tracing. Anda bisa melihat perbedaannya dari screenshot yang kami sertakan.

Untuk konsol, ada satu ekstra fitur lainnya yang pantas untuk disambut gembira. Bahwa setelah harus gigit jari melihatnya sebagai bagian tidak terpisahkan dari ekosistem PC, rilis Remastered ini juga membawa dukungan mod untuk Playstation 5 dengan platform mod.io sebagai basis. Dengan sebuah menu terpisah yang tersedia, Anda akan diberikan kesempatan untuk mencari, melihat, menimbang, dan memasang ragam mod yang menurut Anda menarik.

Via mod.io, The Witcher 3 Remastered versi konsol juga akan kedatangan dukungan mod resmi. Sayangnya, jumlahnya masih terbatas pada saat review ini ditulis. Kami optimis jumlahnya akan meroket saat update ini tersedia secara global.

Pada saat review ini ditulis, kami masih menemukan jumlah mod terbatas yang hanya tersedia 2 buah saja. Namun dengan rilis Remastered yang akan tersedia untuk ragam platform berbeda, aman untuk mengasumsikan bahwa jumlah mod ini akan meroket cepat nantinya.

CD Projekt Red kini cukup PD untuk memamerkan akurasi efek tata cahaya saat waktu berganti di aksi meditasi.

Maka sisa dari sisi presentasi yang bisa Anda nikmati adalah detail-detail kecil yang mungkin tidak terlihat signifikan, namun menawarkan modernisasi yang seharusnya. Sebagai contoh? Kita bicara soal efek sign Igni yang bisa diakses Geralt hingga ragam animasi serangan pemungkas baru untuk monster dan manusia. Aksi meditasi Anda yang biasanya hanya dipamerkan dalam bentuk pergantian waktu di versi sebelumnya, kini jelas memperlihatkan Geralt yang tengah duduk, waktu yang berjalan, efek cahaya dan bayangan yang berpindah, hingga gerak NPC yang mengikuti pergerakan waktu tersebut.

Anda yang mencintai Photo Mode juga akan didukung dengan lebih banyak konten di update ini.
Poligami..

Rilis Remastered ini juga akan membuat gamer-gamer pencinta Photo Mode lebih berbahagia berkat dukungan tambahan untuk ekstra konten seperti karakter dan gaya yang kini bisa diakses untuk meracik apapun gambar yang mereka butuhkan. Fleksibilitas untuk meracik lebih banyak aksi Geralt yang dramatis dan sinematik, atau justru lelucon kocak seperti gambar yang kami beri judul “Poligami” di artikel review ini.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website