
Publisher dan developer punya kebebasan mutlak untuk tidak lagi memikirkan game-game lawas mereka yang berjalan cukup optimal di ragam platform yang ada, terutama untuk game yang sudah berusia tua. Bahwa mereka bisa mengambil sikap tidak ambil pusing dan hanya berfokus untuk menjualnya ke khalayak yang lebih banyak. Oleh karena itu, perhatian dan tindakan optimalisasi ekstra yang mereka lakukan selalu pantas disambut dengan tangan terbuka. Seperti yang baru saja dilakukan Capcom dengan Devil May Cry HD Collection belum lama ini.
Untuk Anda yang tidak familiar, seperti namanya, Devil May Cry HD Collection merupakan rilis kompilasi tiga seri pertama Devil May Cry dengan sedikit penyempurnaan di sisi visual. Tersedia di PC via Steam sejak tahun 2018 yang lalu, judul ini tiba-tiba jadi target update terbaru Capcom.
Update dengan ukuran sekitar 1 GB ini, seperti yang dilaporkan Prima Games, berhasil menyusutkan ukuran data Devil May Cry HD Collection ini hingga 60%. Di awal rilisnya, koleksi ini menuntut ruang data hingga 11.5GB. Setelah update? Keseluruhan game ini kini hanya berukuran sekitar 4.5 GB saja!
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Perampingan ukuran data ini ternyata bisa dicapai dengan satu langkah sederhana – mengubah format video cut-scene ke dalam format yang menjanjikan ukuran lebih kecil, atau dalam kasus ini – dari WMV menjadi WebM. Tidak main-main, perubahan format ini mengecilkan video cut-scene hingga 90% di beberapa kasus, dimana salah satu file video misalnya mengecil dari ukuran 113 MB menjadi hanya 15 MB saja.

Menariknya? Capcom sendiri tidak sesumbar dengan perubahan ini. Dalam patch notes yang ia sertakan bersama dengan update ini, ia hanya menuliskan perihal verifikasi kompabilitas dengan Windwoss 11 dan perbaikan bug di sana-sini.
Bagaimana dengan Anda? Termasuk gamer yang masih menyimpan game ini di ruang data Anda?

