
Ketika Denuvo berada di masa jayanya tanpa ada satupun tim peretas yang berhasil menembus sistem keamanan mereka, sebuah solusi yang unik tiba-tiba hadir. Menggunakan teknologi serupa virtual machine yang sayangnya juga menyimpan resiko peretasan dan serangan yang besar, mekanisme bernama Hypervisor pun sempat menjadi andalan gamer penikmat bajakan yang ingin mencicipi game-game yang dilindungi Denuvo.
Sempat menjadi teknik yang populer, identitasnya sebagai sistem untuk menembus Denuvo menjadi kian tidak relevan dengan eksistensi tim peretas baru – voices38 yang berhasil menundukkan sistem keamanan ini dengan cara klasik, yang notabene lebih efektif dan minim resiko. Kini, tim di balik Hypervisor – DenuvOwO dikabarkan sudah membubarkan diri.
Bukan karena masalah harga diri atau kesadaran diri, tetapi ditengarai karena ketakutan setelah melihat tuntutan hukum yang dilayangkan Denuvo belum lama ini untuk mencari identitas tim voices38 dan menyeret mereka ke hadapan hukum.
Seperti yang dilaporkan oleh situs Tom’s Hardware, “tempat nongkrong” para penggagas Hypervisor- CS.Rin kabarnya sudah melakukan aksi bersih-bersih dengan membuang semua link yang sempat berkaiitan dengan Hypervisor sekaligus melakukan aksi ban untuk semua anggota forum yang terindikasi merupakan anggota DenuvOwO. Walaupun berlokasi di Rusia, CS.Rin kabarnya menghindari potensi mendapatkan surat cinta “DMCA” dari Denuvo.

Walaupun demikian, mengingat tools yang digunakan oleh DenuvOwO merupakan sebuah tools open-source yang mudah diakses, sepertinya aman untuk berasumsi bahwa teknologi bypass yang satu ini akan mudah untuk diteruskan oleh tim lain yang mungkin tertarik untuk meneruskanya.
Apakah Hypervisor akan tetap kembali dan eksis? Ataukah semua tumpuan aksi pembajakan kini benar-benar akan bertumpu pada tim voices38 yang mengaku tidak takut dengan tuntutan hukum Denuvo? Kita tunggu saja.

