Review Dynasty Warriors 3 Remastered: Permak Legenda!

Review Dynasty Warriors 3 Remastered: Permak Legenda!

Author picture
Author picture

Banyak gamer yang sepertinya tidak mengetahui sebuah fakta menarik – bahwa di awal eksistensinya sebagai sebuah seri racikan Koei Tecmo, Dynasty Warriors tidak langsung muncul sebagai game musou yang kita kenal selama ini. Pendekatan revolusioner ini baru mereka tawarkan di seri ketiga, yang langsung membuatnya mendapatkan perhatian begitu luas di era tersebut. Seri ketiga ini jugalah yang menjadi pancang pondasi untuk Dynasty Warriors yang kita kenal selama ini, sekaligus menjadi penanda lahirnya sub-genre game action yang baru – Musou.

Walaupun bentuk awalnya sebenarnya sudah tersedia sejak Dynasty Warriors 2, namun seri kedua tersebut masih datang dengan begitu banyak keterbatasan yang membuat aksi pertarungan satu melawan ribuan pasukan tersebut tidak senyaman dan seadiktif seri selanjutnya. Baru di seri ketiga lah, Dynasty Warriors hadir dengan formula yang terus didorong ke seri-seri selanjutnya. Fakta ini jugalah yang tampaknya membuat Koei Tecmo memilihnya sebagai opsi utama remaster, yang jelas juga didasarkan pada nilai sentimentil tersendiri.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dynasty Warriors 3 Remastered? Mengapa kami menyebutnya sebagai game permak legenda? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Permak Legenda

Dengan seri yang sudah eksis lintas generasi platform, sebagian besar gamer sepertinya sudah mengetahui soal pondasi cerita Dynasty Warriors yang memang didasarkan pada legenda Sam Kok / Tiga Negara.

Dengan seri yang sudah tersedia dalam jumlah begitu banyak lintas generasi platform, sebagian besar dari Anda sepertinya sudah sangat familiar dengan pondasi cerita yang ditawarkan oleh Dynasty Warriors. Benar sekali, ia merupakan game action yang didasarkan pada legenda Tiga Negara / Sam Kok asal China yang kemudian melalui proses dramatisasi yang jelas tidak didesain untuk mengikuti akurasi sejarah yang ada. Untuk proses Remastered yang satu ini, Koei Tecmo tidak mengubah banyak dari sisi cerita Dynasty Warriors 3, termasuk dari pendekatan cut-scene yang diusung.

Walaupun demikian, segala sesuatunya kini berubah. Dibangun ulang menggunakan Unreal Engine 5 sebagai basis, Dynasty Warriors 3 Remastered kini akhirnya terlihat setara dan layak disandingkan dengan game-game rilis modern.

Untuk rilis ulang Remastered ini, Koei Tecmo membangun ulang segala sesuatunya dengan Unreal Engine 5.
Terlepas dari gaya cut-scene yang tetap dipertahankan, model karakter yang diusung sudah jauh berbeda.

Kita tidak hanya bicara soal model karakter yang kini jelas terlihat jauh lebih realistis dan tajam dibandingkan dengan sang versi original yang tersedia untuk Playstation 2. Semua model karakter ini hadir dengan kualitas model game modern yang seharusnya, termasuk saat kita bicara soal tesktur kulit hingga pakaian yang mereka gunakan. Untuk karakter wanita, seperti khas game Koei Tecmo yang lain, physics pergerakan juga jelas diprioritaskan untuk bagian tubuh tertentu yang sayangnya, bisa terkesan agak berlebihan di sini.

Salah satu hasil terbaik dari proyek Remastered ini adalah keberhasilannya membangun atmosfer pertarungan yang jauh lebih baik sebagai seri definitif. Dengan draw distance visual yang lebih baik, Anda kini bisa menikmati latar belakang dramatis yang ditawarkan di beberapa skenario pertarungan yang mungkin tidak Anda temukan di seri original. Kesemuanya disajikan dalam tekstur tajam yang harus diakui, membuat pertarungan Anda kini terasa punya skala yang lebih besar dari seharusnya.

Latar belakang arena pertempuran kini tidak lagi gelap dan terbatas berkat draw distance yang jauh lebih baik daripada sang versi original.
Anda tentu bisa mengantisipasi jumlah unit yang kini jauh lebih banyak di satu layar, mengikuti formula dari seri modern terakhir – Origins.

Maka seperti yang bisa diprediksi pula, memanfaatkan performa mesin gaming generasi terkini, Dynasty Warriors 3 Remastered juga berhasil memunculkan kesan perang dalam skala yang lebih masif berkat keberhasilannya untuk menyuntikkan lebih banyak unit di dalam satu layar yang sama.

Situasi ini selalu berujung membuat pengalaman musou kian memuaskan setiap kali serangan area yang Anda eksekusi berhasil membuat sebagian besar dari mereka terlempar atau bahkan, tewas di tempat. Walaupun sayangnya, bahkan di versi Playstation 5 Pro, Anda masih melihat teknik optimalisasi “kuno” seperti framerate pergerakan bendera yang berbeda dengan area game yang lain atau pop-up pasukan yang masih terjadi.

Maka sisanya Anda akan menikmati apa yang Anda kenal dari seri Dynasty Warriors modern yang seharusnya. Kita bicara soal UI menu bergaya lawas pada saat Anda mengatur sistem equipment dan item untuk karakter yang Anda gunakan, peta dengan bentuk kaku yang tidak estetik namun menjalankan tugasnya dengan baik, dan ragam efek visual untuk serangan yang siap untuk membuat Anda merasa terlibat dalam pertarungan “fantasi” berbasis sejarah alih-alih sesuatu yang realistis.

Keputusan untuk mempertahankan voice acting versi originalnya memang pantas diapresiasi.

Salah satu hal yang kami apresiasi dari Dynasty Warriors 3 Remastered juga dari keputusan untuk memprioritaskan proses modernisasi dari sisi audio hanya para OST saja. Sementara dari sisi voice acting, mereka mempertahankan voice acting versi original yang harus diakui buruk dan menggelikan, namun sebegitu ikoniknya hingga ia begitu dicintai oleh para fans. Tidak ada lagi keputusan yang jauh lebih baik dari mempertahankannya.

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website