IGDX 2026: Garena Indonesia “Bermimpi” dengan Project Nine Tails

IGDX 2026: Garena Indonesia “Bermimpi” dengan Project Nine Tails

Author picture
Author picture

Pikiran seperti apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar nama Garena Indonesia? Jika melihat track record mereka selama ini, maka Anda akan membayangkan posisinya sebagai publisher untuk begitu banyak game berbasis multiplayer, yang biasanya meraih sukses di pasar lokal. Mereka bahkan akan jadi pondasi untuk rilis Monster Hunter Outlanders yang notabene akan tersedia di Indonesia akhir Oktober 2026 nanti. Namun pernahkah Anda membayangkan bahwa akan ada titik dimana Garena Indonesia berujung meracik sebuah game single-player dengan konsep action RPG?

“Perjudian” besar inilah yang tengah mereka lakukan dengan sebuah game yang saat ini masih menyandang nama sandi “Project Nine Tails” yang prototipe-nya juga mereka bawa ke event IGDX 2026. Berbeda dengan kebanyakan game lainnya yang dipamerkan secara terbuka, Garena memutuskan untuk memamerkan game ini secara tersembunyi, di belakang tirai. Alasannya? Karena statusnya yang masih prototipe, mereka takut membangun ekspektasi salah untuk mereka yang tidak familiar dengan cara industri game bekerja dan berujung mengira ini adalah produk final.

Benar sekali, Project Nine Tails saat ini masih dalam tahap pengembangan yang masih awal, sekitar 5% dari total ambisi Garena Indonesia itu. Namun situasi tersebut tidak lantas tidak membuat game ini menarik.

Apa pasal? Pertama, karena terlepas dari mitologi sang Rubah Ekor Sembilan yang akan mereka adopsi dari Tiongkok, Garena memastikan bahwa game ini akan dikerjakan dan diracik sepenuhnya oleh tim dan kreatif asal Indonesia. Pada saat impresi IGDX 2026 ini ditulis, ia masih dibangun oleh tim 4 orang yang bertugas untuk menggodok konsep dasar yang hendak dibangun. Sebuah pergerakan yang tentu saja rasional sebelum ia berujung terjun ke dalam skala produksi lebih besar dengan budget yang lebih tinggi.

Sesi gameplay singkat kami memang masih kasar, namun setidaknya sudah memberikan gambaran soal apa yang hendak dikejar oleh tim internal Garena Indonesia yang saat ini menggunakan nama Bermuda Studio.

Project Nine Tails adalah sebuah game action RPG, bukan Souls, yang sekali lagi akan membawa Anda pada karakter siluman rubah ekor sembilan yang bertarung dengan gerak pedangnya. Seperti game action modern kebanyakan, ia menghadirkan sistem “Witch Time” yang juga akan terpicu setiap kali Anda melakukan aksi parry di timing yang tepat.

Dengan sistem resource yang akan ikut terakumulasi dengan banyaknya serangan yang masuk, Anda nantinya juga akan dibekali dengan kesempatan untuk mengakses lebih banyak aksi, termasuk parry. Benar sekali, Project Nine Tails memosisikan parry sebagai skill aktif yang butuh resource untuk dieksekusi yang juga diseimbangkan dengan jendela lebih besar untuk membuatnya terasa pantas untuk dieksekusi.

Yang membuat identitas game ini menarik bahkan dari sekadar wujud prototipe adalah kemampuan istimewa sang karakter utamanya sendiri. Pertama, ia akan mampu bertransformasi menjadi rubah kapanpun ia mau. Dengan tubuh yang lebih kecil, wujud rubah ini akan memungkinkan sang protagonis utama untuk mengakses apa yang tidak bisa dilakukan saat ia mempertahankan wujud manusianya. Ia bisa melewati lorong kecil atau mengakses jalan-jalan sempit dan kecil nan rahasia yang tidak bisa diakses sebelumnya. Wujud rubah ini juga memberikan kesempatan untuk melewati barisan musuh dengan resiko lebih minim, jika Anda mau.

Garena Indonesia resmi memperkenalkan Project Nine Tails – sebuah prototipe game action RPG yang hadir dengan ide mekanik menarik.

Mekanik kedua yang paling unik dan potensial untuk Project Nine Tails? Bahwa si karakter utama juga akan dibekali dengan kemampuan untuk “menyalin” musuh yang tidak menyadari kehadirannya. Menyalin di sini benar-benar dalam pengertian menyalin, dimana nantinya sang wujud yang ia salin akan otomatis bertransformasi menjadi opsi “skill aktif” yang bisa digunakan. Salinan ini akan menyediakan kepada Anda akses ke tidak hanya bentuk, tetapi juga skill aktif si karakter.

Sistem yang satu ini tentu saja berpotensi membuka begitu banyak ruang kreatif yang tidak pernah ditawarkan oleh game action RPG yang lain. Apalagi Garena Indonesia juga berencana untuk membuat si rubah untuk mampu menyalin dan menyimpan setidaknya 2 karakter berbasis manusia dan 1 karakter non-manusia. Bahkan, ada harapan Anda akan berujung bisa menyalin dan menggunakan karakter boss tertentu.

Walaupun masih berada dalam status prototipe, apa yang dipamerkan Project Nine Tails di hadapan kami adalah sebuah proyek dengan potensi yang menarik untuk dikejar. Namun tim juga menyebut bahwa di titik ini, mereka tetap butuh banyak dukungan untuk memastikan kesediaan Garena untuk menggelontorkan lebih banyak dana dan sumber daya untuk membawa skala Project Nine Tails ke level selanjutnya. Kita bicara soal peningkatan kualitas dan penyempurnaan ragam elemen, dari sekadar sisi presentasi, animasi berbasis mo-cap, dan lebih banyak anggota dalam tim untuk merampungkannya.

Sebuah mimpi yang dengan hati terbuka, kami harapkan benar-benar terjadi di akhir proses pengembangan game ini,

Author picture
Editor in Chief
Pladidus sudah berkecimpung selama 14 tahun di industri media game Indonesia dan selalu bersemangat untuk merekomendasikan Suikoden II kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja.

Previous Post

Next Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest

Level Up Your Gaming News!

Subscribe for the latest gaming news and updates.

Share this website