
Walaupun fungsinya memang secara sengaja didesain untuk melindungi para kreator, lisensi juga harus diakui, menjadi salah satu penghalang terbesar bagi banyak kreator yang lain untuk menyalurkan kreativitas mereka menggunakan IP yang sama.
Untungnya? Masalah lisensi dan hak cipta ini punya tenggat waktu spesifik sebelum masuk ke ranah publik untuk “dinikmati” oleh lebih banyak otak kreatif dan gila. Salah satunya? Honey Distortion.
Seperti yang kita tahu, hak cipta untuk Winnie the Pooh untuk versi buku dari A.A. Milne memang sudah dibebaskan sejak Januari 2022 yang lalu. Dalam waktu singkat, kita sudah menemukan beberapa proyek yang menerjemahkan cerita anak-anak ini dengan ragam gaya, termasuk film horror.
Kini, industri game lah yang berupaya untuk mengeksekusi konsep yang serupa. Datang dari developer indie bernama Ignis Sanat, Winnie the Pooh yang Anda kenal kini akan diubah menjadi sebuah game visual novel dengan elemen misteri di dalamnya.
Yang membuatnya berbeda? Alih-alih beruang madu dan babi seperti biasanya, kedua karakter ikoniknya – Pooh dan Piglet kini diracik ulang menjadi karakter dengan tampilan imut alias moe. Gameplay sendiri akan berkisar pada kebutuhan Anda untuk mencari clue lewat aksi eksplorasi dan pencarian item.

Belum jelas karakter mana saja yang akan dibawa oleh Honey Distortion ini, namun sejauh ini sang halaman store di Steam hanya memamerkan Pooh, Eeyore, dan Piglet serta sedikit desain Hundred Acre Wood. Mengingat statusnya sebagai indie dan posisi genrenya sebagai game visual novel, ia sepertinya memang sengaja didesain sebagai game kecil dan ringkas.
Winnie-the-Pooh: Honey Distortion rencananya akan dirilis di kuartal pertama tahun 2027 mendatang via Steam.
Bagaimana dengan Anda? Tertarik?

