Banyak orang yang sepertinya lupa bahwa kehidupan dimulai sebagai “permainan” multiplayer kompetitif dimana jutaan sperma berjuang sekeras mungkin untuk membuahi sang sel telur. Bahwa pada akhirnya, terlepas dari sulitnya keadaan Anda saat ini, Anda adalah pemenang kompetisi dengan probabilitas yang super kecil tersebut. Situasi cukup mengagumkan inilah yang hendak dipotret oleh sebuah game yang berhasil menarik perhatian selama seidaknya satu minggu terakhir ini – Become.
Premisnya sendiri sederhana dan cukup mengejutkan bahwa ia tidak banyak dieksplorasi oleh kebanyakan game saat ini. Benar sekali, BECOME yang diracik oleh developer bernama Valentin Wirth ini ingin memotret perjuangan sang sperma pemenang.
Become sendiri didefinisikan sebagai game single player, third person adventure yang akan menawarkan pengalaman bermain sekitar 3-4 jam. Tidak hanya bertarung melawan jutaan sperma yang berenang bersama, Anda juga harus berjuang bertahan hidup melawan asam dan juga serangan antibodi.

Dari deskripsi halaman store Steam yang saat ini sudah online, Become juga akan mengusung sejenis sistem progression dimana daripada hanya sekadar berenang, Anda juga akan diminta untuk mengumpulkan rangkaian power-up berbasis gula dan protein untuk memperkuat diri. Tentu saja, arus juga akan jadi salah satu tantangan terbesar.
Di luar hal menyenangkan lain seperti kesempatan untuk melakukan kustomisasi kosmetik sperma yang Anda kendalikan, Become juga diharapkan bisa menyuntikkan elemen edukasi untuk mempelajari salah satu bagian terpenting dari kehidupan manusia ini.
Become sendiri rencananya akan dirilis di tahun 2026 ini, masih tanpa tanggal pasti, via Steam. Bagaimana dengan Anda? Tertarik menjajalnya?

