
Setelah hampir selalu menjadi primadona utama Capcom di setiap rilisnya, situasi yang mengitari game andalan mereka saat ini – Monster Hunter Wilds memang terhitung unik. Terlepas dari angka penjualan yang fantastis di periode awal rilis, game ini gagal mempertahankan momentum yang dibutuhkan. Beberapa mempermasalahkan konten, sementara tidak sedikit pula yang kecewa dengan masalah performa teknis yang menghantui rilis versi PC. Hasilnya adalah situasi yang belum bisa dibilang membaik di laporan finansial teranyar Capcom.
Capcom baru saja merilis laporan finansial untuk Q3 tahun fiskal ini yang seperti biasa memuat data penjualan 10 game terlaris mereka. Terlepas dari ragam update yang sudah sempat mereka tawarkan, Monster Hunter Wilds tetap menjadi juru kunci di daftar tersebut.
Setidaknya dengan ekstra penjualan sekitar 990 ribu kopi, Capcom dengan bahagia bisa mengumumkan bahwa total penjualan Monster Hunter Wilds akhirnya berhasil menembus angka 11 juta kopi lintas platform. Namun data lengkap memotret performa yang terhitung menyedihkan.
seperti kasus di laporan kuartal sebelumnya, penjualan Monster Hunter Wilds ini gagal bersaing dengan game-game tua milik Capcom yang mencatatkan total penjualan yang lebih besar. Di puncak adalah game action andalan mereka yang kini nasibnya tidak jelas setelah kepergian Hideaki Itsuno – Devil May Cry 5. Dalam periode yang sama, game ini berhasil terjual hampir 2,5 juta kopi.

Lebih parahnya lagi? Total penjualan Monster Hunter Wilds ini juga lebih rendah dibandingkan seri Monster Hunter sebelumnya – Monster Hunter Rise dan Monster Hunter Rise: Sunbreak yang menempati posisi yang lebih tinggi. Keduanya terjual sedikit di atas satu juta kopi untuk periode yang sama.
Capcom sendiri saat ini masih berjuang secara aktif untuk terus membenahi Monster Hunter Wilds termasuk performa versi PC yang dipastikan akan mendapatkan suntikan update bertahap di tahun 2026 ini juga.
Bagaimana menurut Anda soal situasi ini?

