
Perlahan tapi pasti, implementasi AI dalam proses pengembangan game memang tidak lagi bisa dihindari. Walaupun sikap gamer dan platform raksasa sebesar Steam mulai melunak untuk ragam implementasi di belakang layar atas nama efesiensi, namun sikap anti yang kuat tetap diperlihatkan untuk ragam konten Gen AI yang berujung masuk ke dalam produk final. Salah satu developer dan publisher asal Jepang – Capcom menjamin hal tersebut tidak akan terjadi di produk mereka.
Hal tersebut disampaikan oleh Capcom dalam sesi QnA dengan para investor saat menanggapi salah satu pertanyaan yang ada.
Capcom secara terbuka menegaskan bahwa mereka akan memastikan bahwa game-game mereka tidak akan memuat konten Gen AI sama sekali di produk final yang ada. Seperti yang kita tahu, beberapa game seperti kasus Expedition 33 dan Crimson Desert sempat memancing kontroversi dan kritik ketika konten seperti ini terlihat di game mereka.
Walaupun demikian, bukan berarti Capcom sendiri adalah perusahaan anti-AI secara keseluruhan. Mereka akan terus menggunakan teknologi ini di belakang layar atas nama meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Mereka akan mengeksplorasi cara untuk menggunakannya di ragam area seperti visual, suara, dan programming.

Di kesempatan yang sama, berbicara soal performa finansial kuartal ketiga mereka, Capcom kembali mengungkapkan bahwa penjualan Monster Hunter Wilds masih belum semulus yang mereka bayangkan. Namun mereka tetap optimis bahwa target pendapatan mereka akan tercapai tidak hanya karena performa Resident Evil Requiem yang memesona, tetapi juga penjualan seri-seri lawas Resident Evil yang ikut terdongkrak berkat kesinambungan cerita yang ditawarkan.
Berbicara soal gen AI, sejauh mata memandang di rilis terbaru seperti Resident Evil Requiem, Monster Hunter Wilds, dan ragam update untuk Street Fighter 6, Capcom belum sekalipun melakukan “blunder” terkait konten Gen AI.
Bagaimana menurut Anda soal situasi yang satu ini?

