
Di awal eksistensinya, RE Engine memang mendapatkan perspektif yang benar-benar positif sebagai salah satu engine yang paling optimal di pasaran. Pertama kali diimplementasikan di Resident Evil 7 Biohazard, engine ini mampu menawarkan pengalamn visual realistis lengkap dengan performa yang optimal.
Namun seiring dengan usaha Capcom untuk memperluas penggunaan engine ini ke lebih banyak genre, ia mulai memperlihatkan kendala. Kasus paling parah terjadi di Monster Hunter Wilds yang bahkan diyakini ikut mempengaruhi lesunya angka penjualan hingga saat ini. Namun Capcom yakin situasi yang sama tidak akan terjadi di Resident Evil Requiem nantinya.
Kekhwatiran tersebut disuarakan oleh investor dalam sesi QnA yang difasilitasi oleh Capcom itu sendiri. Para investor khawatir bahwa masalah teknis yang menjangkiti Monster Hunter Wilds juga akan terjadi di Resident Evil Requiem karena basis engine yang sama.

Capcom dengan tegas meyakinkan bahwa situasi tersebut tidak akan terjadi. Mereka menyebut bahwa Requiem adalah sebuah game yang benar-benar berbeda dari sisi gameplay, arsitektur sistem, dan juga fitur network. Di titik ini, mereka tidak khawatir bahwa resiko yang sama akan terjadi.
Di kesempatan yang sama, Capcom juga menegaskan bahwa mereka memang mengembangkan Resident Evil Requiem sedemikian rupa agar bisa menawarkan pengalaman gaming yang lancar dan nyaman di beragam konfigurasi dan spesifikasi PC yang berbeda-beda.
Resident Evil Requiem sendiri rencananya akan meluncur pada tanggal 27 Februari 2026 mendatang. Bagaimana dengan Anda? Cukup optimis bahwa game ini akan bebas masalah teknis di versi PC saat rilis nanti?

