
Ada satu jargon yang sepertinya tidak bisa lepas dari diskusi terkait teknologi selama beberapa tahun terakhir ini. Benar sekali, kita tentu tengah bicara soal AI yang kini mulai merasuk dalam ke industri kreatif. Terlepas dari sikap anti yang masih kuat dari beberapa pihak, tidak sedikit developer yang mulai terbuka untuk meleburnya ke dalam flow proses pengembangan game yang mereka racik. Salah satu developer asal Jepang bahkan mengembangkan fokus lebih dalam untuknya. Kita bicara soal Cygames.
Cygames – developer asal Jepang yang terkenal lewat game gacha fantastisnya – Granblue Fantasy dan Umamusume: Pretty Derby resmi terjun lebih serius ke ranah AI lewat konfirmasi berdirinya studio baru – Cygames AI Studio.
Melihat Generative AI sebagai teknologi yang penting, studio baru Cygames ini akan dfiokuskan untuk membangun teknologi AI yang mereka klaim akan aman untuk digunakan oleh para kreator. Cygames AI Studio ingin teknologi AI ini punya peran lebih besar, dimana tidak lagi sekadar meningkatkan efisiensi saja, ia juga akan membantu memperluas kreativitas para kreator.
Dalam halaman deskripsi perusahaan, Cygames AI Studio juga ingin menantang diri mereka sendiri atas nama meracik pengalaman user yang baru, yang diyakini akan membantu mencapai ambisi terbesar mereka – meracik konten terbaik yang mereka bisa.
【お知らせ】
— Cygames公式アカウント (@Cygames_PR) January 9, 2026
このたび、AIを活用したサービスやツールの開発・提供を行う子会社「株式会社Cygames AI Studio」を設立しました。
詳しくは以下をご覧ください。https://t.co/de1ogBqLDj
Dengan kantor yang bertempat di Shibuya Tokyo, Cygames AI Studio akan dipimpin oleh Eithoshi Ashihara dengan nilai kapital sekitar 25 juta Yen. Pada saat berita ini ditulis, studio ini mulai membuka banyak lowongan pekerjaan dari AI Specialist untuk Image Generation, Language Model Engineer, hingga Latent Diffusion Model Enginneer.
Seperti yang bisa diprediksi, reaksi fans tidak sepositif yang dibayangkan oleh Cygames. Ragam komunitas game gacha mereka seperti Umamusume misalnya mulai memperlihatkan sikap antipati terhadap langkah ini dengan ragam ancaman seperti boikot jika sampai game gacha favorit mereka mulai diisi dengan konten-konten gen AI.
Bagaimana menurut Anda terkait situasi ini?

