
Setelah dikembangkan selama 7 tahun lamanya, Pearl Abyss akhirnya melepas game terbarunya – Crimson Desert. Walaupun review awal dari media dan influencer tidak sesuai dengan ekspektasi yang ada, bahkan cukup untuk membuat nilai saham developer asal Korea Selatan ini jatuh, namun persepsi terkait game fantasi open-world ini terus membaik. Percaya atau tidak, konsep game super masif ini hampir dieksekusi oleh developer Just Cause – Avalanche Studios lebih dulu.
Setidaknya hal tersebulah yang diungkapkan oleh co-founder sekaligus mantan COO Avalanche – Christofer Sundberg dalam wawancara terbarunya dengan PC Gamer.
Walaupun ia sendiri masih belum memainkan Crimson Desert hingga jauh, namun dari apa yang lihat dan perhatikan saat ini, ia berujung jadi game yang hampir diracik oleh Avalanche Studios di masa lalu.
Game tersebut bertajuk AionGuard, yang diposisikan sebagai sebuah game open-world fantasi dengan pendekatan mirip Just Cause di dalamnya. Anda akan berperan sebagai seorang sorcerer-knight yang diminta untuk merebut kembali sang dunia dari kekuatan jahat.
Anda akan dibekali dengan ragam kekuatan magis yang membuat Anda mampu melakukan beragam hal, dari membekukan dan menghancurkan musuh hingga bertransformasi menjadi sebuah golem raksasa. Belum cukup? Avalanche juga membuat protagonis AionGuard mampu mengendarai naga seperti yang terjadi dengan Crimson Desert saat ini.

Sayangnya, terlepas dari proses pengembangan yang sudah berjalan dua tahun, game ini berujung dibatalkan karena semata-mata pergeseran strategi bisnis yang dilakukan oleh publisher mereka di kala itu. Usaha Avalanche untuk mencari publisher baru untuknya pun berujung gagal setelahnya.
Sayangnya, di titik ini, sepertinya Avalanche tidak lagi memiliki kesempatan untuk kembali mengeksplorasi ide seperti AionGuard dan Crimson Desert yang tentu saja menuntut waktu dan biaya yang tinggi.
Bagaimana menurut Anda? Terdengar seperti sebuah proyek yang menarik jika direalisasikan?

