
Posisi Korea Sel;atan sebagai salah satu negara paling terbuka untuk industri game kompetitif memang bukan lagi hal baru.Para gamer yang sudah berumur tentu ingat era Starcraft I dan II yang berhasil menemukan ekosistem kompetitif yang tidak hanya sekadar hidup saja di negeri ginseng tersebut, tetapi juga membuat para atlet-nya bahkan lebih populer dibandingkan dengan para aktor atau penyanyi lokal sekalipun. Situasi inilah yang membuat Korea Selatan terus melahirkan atlet esports berbakat. Salah satu yang berada di puncak saat ini? Tentu saja Faker dari League of Legends.
Ditetapkan sebagai legenda dan pemain League of Legends terbaik di dunia saat ini lewat pencapaian-pencapaian yang sudah berhasil ia raih dari ragam turnamen dunia yang ia menangkan, Faker akhirnya mendapatkan penghargaan resmi dari pemerintah Korea Selatan itu sendiri.
Tidak main-main, atlet bernama asli Lee Sang-hyeok tersebut dianugerahi medal bernama Blue Dragon Medal yang diserahkan langsung oleh president Korea Selatan – Lee Jae Myung.
Blue Dragon Medal sendiri diposisikan merupakan penghargaan tertinggi yang bisa didapatkan seorang atlet Korea Selatan. Ia diberikan untuk para atlet yang sudah memberikan kontribusi luar biasa untuk meningkatkan status dan citra Korea Selatan di kancah internasional. Lewat video resmi yang ia lepas, Faker juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para fans yang ia sebut memungkinkan hal ini untuk terjadi.
South Korean President Lee Jae-myung awarded Faker the Cheongnyong Medal.
— Keyiiaa⊹˚ ✰✰✰✰✰✰ (@dearyhyeokie) January 2, 2026
The highest honor any South Korean athlete can receive 👏🏻 pic.twitter.com/OLBWniUS2n
Kerennya lagi? Faker menjadi atlet esports pertama yang meraih penghargaan ini. Para peraih penghargaan serupa di masa lalu semuanya datang dari olahraga tradisional seperti Kim Yuna (figure skating), Park Chan Ho (Baseball), Pak Se Ri (golf), dan Son Heung Min (sepakbola).
Penghargaan ini tentu saja terasa pantas ketika kita membicarakan track record memukau yang kini dipegang Faker- dari enam kali juara World hingga peraih medali emas untuk Asian Games 2022 yang lalu.
Bagaimana menurut Anda? Adakah atlet esport Indonesia yang pantas mendapatkan perhatian serupa dari pemerintah?

