
Bagi gamer yang menikmati game action RPG, nama besar CD Projekt Red memang tidak bisa dibantah begitu saja. Kesuksesan dua game terakhir mereka – The Witcher 3 dan Cyberpunk 2077 melontarkan posisi mereka sebagai salah satu developer terbesar dari daratan Eropa, bahkan di satu titik, sempat melampaui nilai valuasi dari perusahaan sekelas Ubisoft sekalipun. Kini tengah sibuk mengerjakan setidaknya The Witcher 4 dan Cyberpunk 2, CD Projekt Red tiba-tiba terlibat dalam sebuah kontroversi yang tidak pernah diprediksi sebelumnya.
Benar sekali, Anda tidak salah membaca judul yang kami pilih untuk dua artikel ini.. Dua pentolan CD Projekt Red baru saja resmi dalam proses investigasi karena sebuah kasus kematian yang melibatkan ritual perdukunan.
Kedua veteran tersebut adalah Michal Kicinski dan Marcin Iwinski yang namanya terseret setelah Kepolisian Polandia resmi membuka kembali proses investigasi untuk kematian misterius seorang wanita di Republik Ceko sekitar tahun 2018 silam. Wanita tersebut dipercaya tewas setelah meminum ramuan bernama Ayahuasca yang di dalamnya memuat campuran psikedlia.
Nama Michal Kicinski terseret setelah diketahui bahwa ia merupakan pemilik dari properti dimana ritual perdukunan yang melibatkan minuman dan korban ini terjadi. Sementara nama lainnya – Marcin Iwinski ikut disebut, namun untuk saat ini, masih dengan peran yang tidak jelas. Ada dugaan bahwa Iwinski terlibat aktif dalam kelompok perdukunan yang menjadi target investigasi ini.

Kepolisian Polandia sendiri menegaskan bahwa kedua nama ini sekadar muncul sebagai bagian dari proses penyelidikan semata, Tidak ada rencana untuk melayangkan tuntutan hukum apapun saat ini. Perlu diingat juga bahwa terlepas dari status bahwa keduanya merupakan founder dari CDPR itu sendiri, keduanya tidak lagi terlibat secara aktif dalam kepemimpinan dan aktivitas CD Projekt.
Bagaimana kasus unik yang satu ini akan berkembang? Kita tunggu saja.

